Kendari, Berikabar.co – Transformasi digital dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara. Di sisi lain, aspek keamanan transaksi dan perlindungan nasabah tetap menjadi prioritas dalam pengembangan layanan perbankan digital.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Pemasaran Jasa Elektronik Bank Sultra, Andre Steven, saat menjadi narasumber pada LPS Media Meet Up Sulawesi Tenggara 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan LPS III di Kendari, Senin (13/7/2026).
Menurut Andre, digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan bagi perbankan daerah, melainkan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penguatan sektor UMKM.
“Digitalisasi adalah kunci pertumbuhan UMKM di Sulawesi Tenggara. Namun, keamanan transaksi dan perlindungan nasabah tetap menjadi prioritas utama di balik kemudahan layanan digital,” ungkap Andre.
Paparan tersebut melengkapi edukasi yang disampaikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengenai pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan melalui program penjaminan simpanan.
Melalui program tersebut, LPS memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk pelaku UMKM, untuk menyimpan dana di perbankan sesuai ketentuan yang berlaku. LPS juga terus mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara sehat, membangun budaya menabung, dan memanfaatkan layanan perbankan digital secara bijak.
Kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dinilai menjadi fondasi penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sehingga mampu tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.
Melalui sinergi bersama media, LPS berharap informasi mengenai penjaminan simpanan, literasi keuangan, serta pentingnya pemanfaatan layanan perbankan yang aman dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan.





