Kunjungi Keraton Buton, Fadli Zon Perkuat Upaya Pelestarian Warisan Kesultanan

oleh -79 Dilihat

Baubau, Berikabar.co  – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mendorong penetapan status Cagar Budaya Nasional untuk tiga makam Sultan Buton yang berada di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Ketiga situs bersejarah tersebut adalah makam Sultan Murhum (Sultan Buton ke-1), Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo (Sultan Buton ke-20), dan La Maani atau Oputa Kabumbu Malanga (Sultan Buton ke-22).

Dorongan tersebut disampaikan Fadli Zon di sela kunjungan kerjanya ke kawasan Keraton Buton, Minggu (12/7/2026). Dalam agenda tersebut, ia didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Walikota Baubau Yusran Fahim, dan Wakil Walikota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu.

Fadli Zon menjelaskan bahwa saat ini Benteng Kesultanan Buton telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional. Karena itu, kementeriannya berharap situs-situs penting lain di kawasan tersebut, khususnya ketiga makam sultan, dapat segera menyusul memperoleh status yang sama untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan nasional.

Ia menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan membutuhkan sinergi kuat antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Baubau, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, langkah pelestarian tidak boleh berhenti pada aspek perlindungan, konservasi, dan perawatan semata, tetapi juga harus mencakup pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan warisan budaya secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kebudayaan bersama Gubernur Sultra juga berziarah ke makam Sultan Murhum. Fadli Zon menyebut kompleks benteng tersebut bukan hanya saksi perjalanan sejarah Kesultanan Buton, melainkan juga aset budaya luar biasa yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Ia optimistis penataan kawasan yang baik akan meningkatkan daya tarik wisata sejarah Buton bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan kuliner daerah tersebut.

BACA JUGA :  PT Vale Tingkatkan Kapasitas Tenaga Medis Kolaka, Gelar Pelatihan Kegawatdaruratan BTCLS Gratis

Kawasan Benteng Kesultanan Buton, yang juga dikenal sebagai Benteng Wolio, merupakan salah satu warisan sejarah penting di Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah, benteng sepanjang 2,75 kilometer itu mulai dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton ke-3, La Sangaji, dan diselesaikan pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-4.

Keunikan benteng yang memiliki 12 pintu gerbang dan 16 bastion itu terletak pada proses pembangunannya yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Buton menggunakan batu karang dan kapur setempat, bukan oleh kolonial Belanda maupun Portugis. Karakteristik arsitektur dan nilai historisnya yang khas menjadi dasar kuat penetapannya sebagai Cagar Budaya Nasional.