PPIH Hentikan Sementara Bus Shalawat, Siapkan Makanan Siap Saji Jelang Puncak Haji

oleh -321 Dilihat

Makkah (Kemenag), Berikabar.co – Dalam rangka menyambut puncak ibadah haji yang jatuh pada 9 Zulhijjah 1446 H atau 5 Juni 2025, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara layanan bus shalawat. Penghentian ini berlaku mulai Minggu, 1 Juni 2025 (5 Zulhijjah 1446 H) pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS), sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Arfi Hatim.

Langkah ini diambil karena seluruh armada bus akan ditarik oleh otoritas Arab Saudi guna mempersiapkan pengangkutan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Arfi Hatim menjelaskan, “Layanan bus shalawat akan kembali beroperasi pada Selasa, 14 Zulhijjah 1446 H atau 10 Juni 2025, pukul 00.00 dini hari WAS.” Selama masa penghentian layanan, jemaah diimbau untuk mengisi waktu dengan memperbanyak ibadah di hotel serta mempersiapkan diri menghadapi rangkaian puncak haji.

Arfi memahami keinginan jemaah untuk tetap beribadah di Masjidil Haram, namun meminta agar selama masa penghentian transportasi, aktivitas ibadah lebih difokuskan di penginapan. “Fokus pada persiapan puncak ibadah haji yang akan tiba 5 hari mendatang. Isi hari-hari dengan ibadah yang minim tenaga, tetapi maksimal pahala, seperti berdzikir, membaca Al-Quran, atau memperdalam ilmu manasik dan makna ibadah haji yang kita lakukan,” ucapnya.

Selain penyesuaian layanan transportasi, PPIH juga melakukan pengaturan ulang konsumsi jemaah. Menjelang puncak haji, distribusi makanan kotak reguler di hotel akan diganti dengan makanan siap saji. “Kota Makkah akan sangat padat, sehingga distribusi makanan kotak menjadi sulit. Oleh karena itu, PPIH menyediakan makanan siap saji (ready to eat) yang bergizi, higienis, praktis, dan sesuai dengan selera jemaah Indonesia,” jelas Arfi Hatim.

BACA JUGA :  Bulan April Penuh Promo, Dapatkan Honda BeAT, PCX, dan Motor Sport dengan Penawaran Terbaik di Makassar

Makanan siap saji tersebut akan diberikan dalam tiga hari: 7 Zulhijjah (3 Juni 2025) sebanyak tiga kali makan, 8 Zulhijjah (4 Juni 2025) satu kali makan, dan 13 Zulhijjah (9 Juni 2025) dua kali makan. Menu yang disiapkan meliputi nasi uduk, semur ayam, semur daging, opor ayam, dan rendang ayam. Arfi menyarankan agar nasi direndam selama 5–10 menit sebelum dikonsumsi agar lebih nikmat, sementara lauk dapat dimakan langsung. Ia juga mengingatkan, “Begitu kemasan dibuka, makanan harus segera dikonsumsi. Tidak boleh disisakan untuk dimakan berikutnya.”

Lebih lanjut, Arfi mengingatkan bahwa pergerakan jemaah ke Arafah akan dimulai pada Rabu, 4 Juni 2025. Ia menekankan pentingnya menjaga stamina, mempersiapkan perlengkapan sejak malam sebelumnya, dan mengikuti arahan petugas. Ia juga mendorong jemaah untuk tetap tenang dan tidak panik, karena pemberangkatan dilakukan secara bertahap. “Semoga Allah SWT memudahkan setiap tahapan ibadah kita, menerima semua amal, dan menjadikan kita semua haji yang mabrur,” pungkasnya.

Sumber : Humas Kemenag RI