Kinerja Intermediasi Perbankan Menguat, Kredit Tembus Rp8.918 Triliun

oleh -79 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi perbankan nasional terus menguat pada Mei 2026 dengan pertumbuhan kredit mencapai 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp8.918 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2026 yang tumbuh 9,98 persen.

Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh Kredit Investasi yang tumbuh paling tinggi sebesar 21,95 persen, disusul Kredit Modal Kerja sebesar 8,09 persen dan Kredit Konsumsi sebesar 5,89 persen.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 18,39 persen secara tahunan. Sementara kredit kepada UMKM melanjutkan tren positif dengan pertumbuhan 0,60 persen, lebih tinggi dibandingkan April yang tercatat 0,16 persen.

Ditinjau dari kelompok bank, kredit bank milik negara (BUMN) menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 15,98 persen.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 13,49 persen menjadi Rp10.294 triliun, dibandingkan pertumbuhan 11,39 persen pada April.

Pertumbuhan DPK didorong oleh kenaikan giro sebesar 20,53 persen, deposito 10,17 persen, dan tabungan 10,21 persen secara tahunan.

BACA JUGA :  Pasar Murah BI – Disperindag Sultra, Beras jadi Primadona