Makassar, Berikabar.co – Upaya PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam membina generasi muda pengrajin anyaman teduhu mendapat apresiasi dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Makassar.
Produk anyaman teduhu dari Desa Nuha, Luwu Timur, bersama kain bermotif taipa khas Danau Matano dipamerkan di booth PT Vale dan menarik perhatian Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian serta Wakil Ketua II Dekranas Sri Suparni Bahlil Lahadalia.
Keduanya menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pengrajin sekaligus melihat hasil karya yang telah dikembangkan melalui pembinaan perusahaan.
“Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan. Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching,” ujar Sri Suparni Bahlil saat memberikan apresiasi di booth PT Vale.
Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini fokus melakukan regenerasi pengrajin untuk menjaga keberlanjutan tradisi.
Menurutnya, PT Vale membina generasi kedua pengrajin berusia 16 hingga 23 tahun guna meneruskan keahlian para pengrajin senior yang kini berusia 40 hingga 50 tahun.
“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya,” kata Yusri.
Melalui sinergi bersama Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Dekranas, PT Vale menegaskan komitmennya untuk menjadikan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal sebagai bagian dari investasi sosial yang mendukung praktik pertambangan berkelanjutan.





