Lanud Haluoleo Gelar Upacara Harkitnas ke-118, Tegaskan Semangat Jaga Tunas Bangsa

oleh -51 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Haluoleo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Lanud Haluoleo, Rabu (20/5/2026).

Peringatan Harkitnas tahun ini mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan terhadap generasi penerus bangsa.

Upacara dipimpin Kepala Dinas Operasi Lanud Haluoleo, Bayu Pamungkas, dan diikuti seluruh personel militer serta pegawai negeri sipil di lingkungan Lanud Haluoleo.

Dalam kesempatan itu, Bayu Pamungkas membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid.

Dalam amanatnya, Meutya mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian bangsa diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Meutya dalam amanat yang dibacakan pada upacara tersebut.

Ia menambahkan, langkah pemerintah juga diperkuat melalui pemerataan akses pendidikan lewat pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, termasuk peningkatan kualitas guru dan penyediaan beasiswa guna memutus ketimpangan kualitas sumber daya manusia.

Di sektor kesehatan, pemerintah disebut menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.

Selain itu, upaya peningkatan kesejahteraan rakyat juga dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa.

“Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar,” kata Meutya.

BACA JUGA :  Debat Perdana, Yudhi-Nirna bakal Wujudkan Kendari Meambo

Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, pemerintah juga menegaskan kembali pentingnya Asta Cita sebagai arah perjalanan bangsa.

“Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat,” demikian kutipan amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI.