Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Wagub Sultra Gaungkan Tema ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’

oleh -85 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmen kolektifnya dalam memperkokoh pilar pelayanan dasar kepada masyarakat. Intervensi kebijakan ini diwujudkan melalui akselerasi berbagai program strategis nasional yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan masyarakat, perlindungan klaster anak, hingga penguatan ekosistem ekonomi pedesaan.

Pesan kebangsaan tersebut digaungkan dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026. Upacara khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, bertempat di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Kota Kendari, Rabu (20/5/2026).

Membacakan sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Wakil Gubernur Sultra menyampaikan bahwa spirit Kebangkitan Nasional di era modern telah bertransformasi. Esensinya tidak lagi sekadar heroisme merebut kemerdekaan secara fisik, melainkan kepiawaian dalam menghadirkan representasi negara yang mampu memproteksi dan memenuhi hak-hak dasar publik di tengah kompleksitas era digital.

Pemerintah secara terstruktur terus memacu pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai jangkar utama menuju proyeksi Indonesia yang maju dan mandiri. Selaras dengan itu, peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema jurnalisme pembangunan: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut merefleksikan urgensi pemeliharaan kualitas generasi muda selaku ahli waris bangsa, sekaligus mempererat persatuan menuju kedaulatan yang hakiki.

Berbagai implementasi program prioritas yang tengah bergulir saat ini dinilai menjadi bukti otentik dari kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, di antaranya:

  • Sektor Kesehatan dan Tumbuh Kembang: Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang diorientasikan secara khusus untuk mendongkrak kualitas kesehatan serta memitigasi kendala tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Ditambah dengan penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan pemerataan akses medis yang terjangkau.

  • Sektor Pendidikan Kontemporer: Perluasan akses belajar mengajar lewat penetapan pembangunan sekolah di wilayah afirmasi, akselerasi kompetensi guru, serta penggelontoran beasiswa berkala demi memangkas disparitas pendidikan.

  • Sektor Ekonomi Kerakyatan: Penguatan ekonomi berbasis kewilayahan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diproyeksikan menyokoh kebutuhan riil warga, mulai dari pemenuhan pupuk, tata kelola distribusi hasil tani, hingga instrumen ekonomi dasar lainnya.

BACA JUGA :  62 Persen Warga Kota Kendari Telah Divaksin

Di samping penguatan sektor fisik dan ekonomi, pemerintah menaruh atensi regulasi yang sangat serius terhadap keamanan anak di jagat maya. Hal ini ditandai dengan pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan hukum ini menjadi tameng negara dalam memformulasikan ruang siber yang sehat, higienis secara konten, serta ramah bagi psikologi anak, termasuk pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah limitasi usia tertentu.

Melalui momentum historis Harkitnas ke-118 ini, seluruh elemen masyarakat diajak bahu-membahu menaikkan kelas literasi digital, merawat integrasi nasional, serta mengawal jalannya roda pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Semangat kebangkitan dituntut tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan pemantik pelayanan publik yang kian dekat dan merata.

Menutup rangkaian peringatan Harkitnas, Wakil Gubernur Sultra didampingi Kepala Dinas Kominfo Sultra beserta rombongan bertolak menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga Kendari untuk melaksanakan prosesi ziarah nasional dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa dan dedikasi para pejuang kemerdekaan.