Gubernur Sultra di Festival Pulau Wawonii: Warisan Budaya Adalah Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

oleh -66 Dilihat

Konawe Kepulauan, Berikabar.co — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memacu akselerasi sektor pariwisata berbasis kebudayaan (cultural tourism). Langkah strategis ini ditempuh sebagai instrumen taktis untuk memperkuat struktur ekonomi domestik, membuka ruang penetrasi bagi pelaku UMKM, sekaligus menjamin keberlanjutan warisan tradisi lokal.

Komitmen makro tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, saat membuka secara resmi Kirab Budaya Wonderful Wawonii yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pulau Wawonii Tahun 2026. Perhelatan akbar ini dipusatkan di Pelataran TPI Langara, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidato sambutannya, Gubernur menggarisbawahi bahwa Pulau Wawonii memiliki posisi geopolitik dan geokultural yang strategis dengan khazanah kebudayaan yang luar biasa. Oleh karena itu, kekayaan sosiokultural tersebut wajib dipelihara secara konsisten.

Menurut Andi Sumangerukka, instrumen tradisi, adat istiadat, seni pertunjukan, pakaian adat, musik tradisional, hingga nilai-nilai kearifan lokal merupakan aset berharga daerah. Seluruh aspek itu tidak hanya berfungsi sebagai simbol identitas masyarakat, melainkan memiliki daya tawar dan potensi besar dalam menopang fondasi pembangunan wilayah.

Gubernur memetakan bahwa kegiatan budaya berskala besar seperti ini bukan sekadar panggung pertunjukan seni visual semata. Lebih dari itu, agenda ini merupakan bentuk penghormatan sakral terhadap warisan leluhur serta penegasan jati diri masyarakat Wawonii yang harus diestafetkan secara utuh kepada generasi penerus.

Pemerintah Provinsi Sultra, lanjutnya, berkomitmen memastikan bahwa arah pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik secara masif (physical-oriented). Keseimbangan harus dijaga melalui penguatan pilar identitas kebudayaan serta program pemberdayaan masyarakat lewat ceruk pariwisata dan industri ekonomi kreatif.

Ia menilai Festival Pulau Wawonii menjadi momentum ekuilibrium yang strategis untuk mengamplifikasi potensi kewilayahan kepada publik yang lebih luas, termasuk pelancong dari luar jazirah Sulawesi Tenggara. Event ini membuktikan bahwa Konawe Kepulauan tidak hanya dianugerahi lanskap keindahan alam yang eksotis, tetapi juga modal sosial berupa kekayaan budaya dan karakteristik masyarakatnya yang ramah.

BACA JUGA :  BI Sultra Dorong Digitalisasi Pembayaran dan Ekosistem Halal di Ramadan Sultra Fest 2026

Besar harapan Gubernur agar Kirab Budaya Wonderful Wawonii mampu menjadi stimulus bagi sektor pariwisata, geliat UMKM, ekonomi kreatif, serta industri kuliner lokal. Muaranya adalah terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif demi mendongkrak derajat kesejahteraan masyarakat di Konawe Kepulauan dan Sultra secara umum.

Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi, Gubernur secara khusus menitipkan pesan mendalam kepada kelompok pemuda. Generasi muda didesak untuk aktif mengenal, mendalami, serta membentengi kebudayaan daerah agar tetap eksis bersemi di tengah gempuran modernisasi dan tidak lenyap tergerus pergeseran zaman.

Kebudayaan lokal harus terus diwariskan secara turun-temurun dan dipegang teguh dengan rasa bangga. Sebab, nilai-nilai luhur tersebut merupakan bagian integral dari identitas kolektif masyarakat Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi jangkar utama bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.