Kendari, Berikabar.co — Industri perbankan syariah di Sulawesi Tenggara menunjukkan pertumbuhan signifikan pada Triwulan I 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mencatat peningkatan tajam pada penyaluran kredit maupun penghimpunan dana sektor syariah.
Data OJK menunjukkan kredit perbankan syariah mencapai Rp4,95 triliun hingga Maret 2026 atau tumbuh 43,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) syariah tercatat sebesar Rp2,45 triliun atau meningkat 14,07 persen yoy. Adapun aset perbankan syariah mencapai Rp5,10 triliun atau tumbuh 22,57 persen.
Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan layanan keuangan berbasis syariah semakin diminati masyarakat.
Menurutnya, penguatan industri keuangan syariah menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan di daerah, terutama untuk memperluas akses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, kualitas kredit perbankan secara umum di Sulawesi Tenggara tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 1,85 persen.
OJK menilai kondisi tersebut menunjukkan industri perbankan daerah masih berada dalam kondisi sehat dan memiliki ketahanan yang baik dalam menghadapi tantangan ekonomi.





