Angkat Isu Jalan Rusak, Indi Amrianti Raih Juara II FORKESTRA 2026

oleh -144 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi STIE Enam Enam Kendari, Indi Amrianti, meraih Juara II dalam Forum Ekonomi dan Keuangan Regional (FORKESTRA) 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPw BI Sultra). Prestasi tersebut diraih melalui gagasan mengenai revitalisasi akses menuju Kendari New Port sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi Sulawesi Tenggara.

Karya berjudul “Jalan Rusak, Ekonomi Tersendat: Revitalisasi Akses Kendari New Port untuk Ekosistem Ekonomi Sultra yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global” itu mengangkat persoalan infrastruktur jalan yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kelancaran distribusi barang, efisiensi logistik, dan daya saing ekonomi daerah.

Indi menjelaskan, akses jalan menuju pelabuhan tidak hanya menyangkut kondisi infrastruktur, tetapi juga memengaruhi aktivitas perekonomian masyarakat. Hambatan pada jalur distribusi dapat berdampak pada waktu tempuh, biaya logistik, hingga kelancaran pergerakan barang.

“Apabila akses menuju pelabuhan belum optimal, tentu dapat menimbulkan hambatan seperti waktu tempuh yang lebih lama, biaya logistik yang meningkat, serta kurang optimalnya pergerakan barang dan aktivitas ekonomi. Dari situ saya melihat bahwa persoalan jalan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi ekonomi dan daya saing daerah,” ujar Indi.

Untuk menghasilkan karya tersebut, Indi terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan yang relevan dengan kondisi Sulawesi Tenggara. Ia kemudian mencari data dan referensi, menganalisis dampak persoalan terhadap perekonomian, serta merumuskan gagasan yang dapat menjadi alternatif solusi.

Proses tersebut dilanjutkan dengan sejumlah revisi untuk memperkuat argumentasi dan memperjelas solusi yang ditawarkan. Setelah naskah dinilai siap, Indi mempersiapkan materi presentasi dan berlatih menyampaikan gagasannya di hadapan dewan juri.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah mengembangkan persoalan jalan rusak menjadi pembahasan yang memiliki perspektif ekonomi dan menawarkan solusi yang jelas.

BACA JUGA :  Teknologi Honda Roadsync Bantu Pengendara Tetap Aman

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengubah permasalahan yang terlihat sederhana, yaitu jalan rusak, menjadi sebuah gagasan yang memiliki perspektif ekonomi dan solusi yang jelas. Saya juga harus memastikan data dan argumen yang digunakan dapat mendukung gagasan tersebut,” katanya.

Indi menilai kekuatan karyanya terletak pada kedekatan isu yang diangkat dengan kondisi nyata di daerah. Ia menghubungkan persoalan akses jalan dengan biaya logistik, distribusi barang, aktivitas pelaku usaha, serta daya saing ekonomi Sulawesi Tenggara.

Keberhasilan meraih Juara II menjadi pengalaman yang membanggakan bagi Indi. Ia mengaku tidak menyangka dapat mencapai hasil tersebut karena sejak awal keikutsertaannya bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, melainkan menyampaikan persoalan daerah agar dapat menjadi bahan pertimbangan.

“Saya sangat bersyukur, senang, dan cukup tidak menyangka bisa meraih Juara II. Sejak awal tujuan saya bukan hanya mengejar juara, tetapi juga ingin membawa sebuah permasalahan yang ada di daerah menjadi sebuah gagasan yang bisa didengar dan dipertimbangkan,” ungkapnya.

Indi mengapresiasi KPw BI Sultra yang telah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan melihat persoalan ekonomi daerah dari perspektif generasi muda. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dosen dan lingkungan kampus STIE Enam Enam Kendari selama proses penyusunan karya hingga presentasi.

Ia mengajak mahasiswa lainnya untuk berani mencoba berbagai kesempatan kompetisi sebagai sarana belajar dan mengembangkan kemampuan.

“Jangan menunggu merasa benar-benar siap untuk mulai mencoba. Dari mengikuti kompetisi kita bisa belajar, mendapatkan pengalaman, dan menemukan kemampuan yang sebelumnya tidak kita sadari. Menang itu bonus, tetapi keberanian untuk mencoba adalah langkah pertama menuju prestasi yang lebih besar,” pungkas Indi.

Ketua Program Studi S1 Akuntansi STIE Enam Enam Kendari, Nita Hasnita, S.Ak., M.E., turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Indi menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan persoalan daerah menjadi gagasan yang bernilai.

BACA JUGA :  Menko Polkam dan Mendagri Tinjau Sekolah Rakyat di Kendari, Pastikan Program Pendidikan Berjalan Optimal

“Prestasi ini tentu membanggakan dan menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu membawa persoalan daerah menjadi gagasan yang bernilai. Kami berharap capaian Indi dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus belajar, berani berkompetisi, dan menghasilkan prestasi,” ujar Nita Hasnita.

STIE Enam Enam Kendari berharap capaian tersebut dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan mengikuti kompetisi di tingkat regional maupun nasional.