Pertamina Perkuat Kesiapsiagaan Pasokan Avtur di AFT Hasanuddin Lewat Simulasi BCMS

oleh -86 Dilihat

Makassar, Berikabar.co  – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan pasokan avtur melalui Table Top Simulation Business Continuity Management System (BCMS) di Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin.

Simulasi yang digelar pada 1 September 2026 tersebut menggunakan skenario gangguan pada jalur pipa penerimaan avtur dari Integrated Terminal (IT) Makassar menuju AFT Hasanuddin. Latihan ini dilakukan untuk memastikan operasional dan pelayanan avtur tetap berjalan apabila jalur pasokan utama mengalami gangguan.

Dalam simulasi, tim AFT Hasanuddin menguji kecepatan respons, proses pengambilan keputusan, pengelolaan ketahanan stok, hingga koordinasi lintas fungsi. Langkah tersebut ditujukan untuk meminimalkan potensi dampak gangguan terhadap pelayanan maskapai dan operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin.

Selain menguji penanganan gangguan pada jalur utama, AFT Hasanuddin juga menguji skema alternatif pasokan menggunakan bridger dari IT Makassar. Pengujian mencakup kesiapan fasilitas penerimaan, personel, serta pemeriksaan kualitas dan kuantitas avtur.

Skema alternatif tersebut dipersiapkan untuk memastikan pasokan tetap dapat berlangsung dengan standar kualitas dan keselamatan yang terjaga hingga jalur utama kembali beroperasi normal.

AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan simulasi BCMS menjadi sarana untuk memastikan setiap personel memahami peran dan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi tidak normal.

“Kami ingin memastikan ketika terjadi gangguan supply, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah yang harus dilakukan. Mulai dari menerima informasi, menjaga stok, menyiapkan alternatif supply, sampai memastikan produk tetap memenuhi standar kualitas, seluruh proses harus berjalan dengan cepat dan terkoordinasi. Pada akhirnya, kesiapan tersebut akan berdampak langsung pada keberlangsungan pelayanan avtur kepada pelanggan kami,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, latihan yang dilakukan secara berkala juga membantu tim mengidentifikasi ruang perbaikan sebelum menghadapi gangguan yang sebenarnya.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil di Pasar Tradisional

“Setiap simulasi menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah prosedur, fasilitas, komunikasi, dan kesiapan personel sudah berjalan sesuai harapan. Hasil evaluasi akan kami gunakan untuk terus meningkatkan kesiapan operasional AFT Hasanuddin,” tambahnya.

Table Top Simulation BCMS melibatkan berbagai fungsi dan pemangku kepentingan, di antaranya AFT Hasanuddin, Aviation Region Sulawesi, Aviation Fuel Business, HSSE, Supply and Distribution, DRE, Operation, PFD, Quality Assurance (QA), IT Makassar, serta fungsi terkait lainnya.

Rangkaian latihan mencakup penanganan gangguan, eskalasi insiden, pelaksanaan alternatif pasokan, pemantauan operasional, hingga proses pemulihan dan normalisasi pasokan melalui jalur utama.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan energi bagi pelanggan penerbangan.

“Bagi pelanggan, kesiapan seperti ini berarti ada sistem yang terus dipersiapkan untuk menjaga layanan tetap berjalan ketika muncul gangguan. AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan avtur di kawasan Indonesia Timur, sehingga aspek keselamatan, kualitas, dan kesinambungan supply terus menjadi perhatian dalam setiap proses operasional,” kata Lilik.

Lilik menambahkan bahwa kesiapan menghadapi gangguan perlu dibangun melalui latihan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten.

“Kami terus mendorong budaya continuous improvement di seluruh lini. Setiap hasil simulasi menjadi masukan untuk memperkuat prosedur dan koordinasi, sehingga ketika menghadapi kondisi aktual, seluruh tim dapat bergerak dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap hasil simulasi untuk meningkatkan kesiapan personel, keandalan fasilitas, efektivitas koordinasi, serta ketangguhan sistem pasokan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan avtur pelanggan tetap dapat dilayani secara aman dan andal dalam berbagai kondisi operasional.

BACA JUGA :  OJK Perkuat Industri BPR/BPRS, Kredit UMKM Tembus 50 Persen dari Total Pembiayaan

Melalui kesiapan AFT Hasanuddin dan dukungan lintas fungsi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus menjaga keandalan pasokan avtur sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran penerbangan dan konektivitas masyarakat di Sulawesi serta kawasan Indonesia Timur.