Polda Sultra, BIN dan PLN Perkuat Mitigasi Karhutla untuk Lindungi Jaringan Listrik

oleh -73 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra), Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sultra dan PT PLN memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi serta memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat mengancam jaringan kelistrikan dan infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara.

Penguatan koordinasi tersebut berlangsung saat Kabinda Sultra Marsma TNI Drs. Heroe Hermawan, M.M. bersama jajaran PLN Sultra melakukan kunjungan ke Polda Sultra, Selasa (1/9/2026). Pertemuan berlangsung di Lobby Utama Polda Sultra dan disambut Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., serta para pejabat utama Polda Sultra.

Dalam kunjungan tersebut, PLN Sultra diwakili Manager UPT Kendari Muhammad Husen, didampingi Manager P2K Sultra Joni AH Sitorus dan Manager UP3 Kendari Hery Supriyadi.

Pertemuan membahas penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi potensi Karhutla, mulai dari langkah pencegahan, deteksi dini hingga respons apabila kebakaran mendekati jaringan maupun menara transmisi listrik.

PLN menyampaikan bahwa di sejumlah daerah, kejadian Karhutla telah menjangkau kawasan di sekitar menara transmisi utama. Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan dan langkah mitigasi sejak dini untuk mencegah kebakaran berkembang dan mengganggu sistem kelistrikan.

Karhutla yang berada di sekitar jaringan transmisi bertegangan tinggi berpotensi memengaruhi keandalan sistem kelistrikan. Asap pekat yang membawa partikel dan panas dari kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan pada jaringan, termasuk terjadinya flashover atau lompatan listrik pada sistem transmisi.

Selain asap dan panas, kobaran api dengan suhu tinggi juga dapat mengancam kabel penghantar maupun konstruksi menara apabila kebakaran terjadi dalam jarak yang sangat dekat dengan infrastruktur kelistrikan.

Gangguan terhadap jalur transmisi utama menjadi perhatian karena jaringan tersebut merupakan bagian penting dalam penyaluran energi listrik antardaerah. Gangguan pada titik strategis yang berdampak terhadap sistem interkoneksi berpotensi memicu pemadaman dalam skala luas dan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Polda Sultra Kukuhkan Kenaikan Pangkat 867 Personel, Momentum Peningkatan Pelayanan Publik

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelanggan rumah tangga. Berbagai fasilitas dan objek vital yang bergantung pada kontinuitas pasokan listrik, seperti rumah sakit, bandara, jaringan telekomunikasi, fasilitas pemerintahan hingga sektor industri, juga berpotensi terdampak apabila terjadi gangguan pada sistem kelistrikan.

Karena itu, mitigasi Karhutla tidak hanya menyangkut perlindungan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan keamanan infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara.

Melalui koordinasi Polda Sultra, Binda Sultra dan PLN, deteksi dini, pertukaran informasi serta respons terhadap titik-titik rawan Karhutla diharapkan semakin efektif. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi langkah preventif untuk mencegah kebakaran berkembang hingga mengancam jaringan kelistrikan, objek vital dan aktivitas masyarakat di Sulawesi Tenggara.