OJK Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini Lewat Program KEJAR di Sulawesi Tenggara

oleh -93 Dilihat

Bekasi, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan budaya menabung sejak dini melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Di Sulawesi Tenggara, penguatan program tersebut mendapat pengakuan nasional setelah daerah itu meraih empat penghargaan pada KEJAR Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tersebut menjadi bagian dari kampanye nasional untuk memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Meski demikian, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah tingkat nasional.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.

Menurut Friderica, OJK bersama kementerian dan lembaga memiliki komitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan anak-anak di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, industri jasa keuangan dan satuan pendidikan.

Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan bahwa kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.

Komitmen tersebut turut diperkuat di Sulawesi Tenggara. Empat penghargaan KEJAR Award 2026 diraih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, PT BPD Sulawesi Tenggara, dan PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda).

BACA JUGA :  Dua Nelayan Berhasil Dievakuasi Pasca Alami Insiden Kapal Mati Mesin di Perairan Kolaka

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi Regional Sulawesi. Pemerintah Kota Kendari memperoleh penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi.

Sementara itu, PT BPD Sulawesi Tenggara meraih penghargaan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Implementasi KEJAR Terbaik Wilayah Sulawesi. PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) memperoleh penghargaan sebagai BPR/BPRS dengan Implementasi KEJAR Terbaik Wilayah Sulawesi.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Tenggara dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar.

OJK Sultra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah kabupaten/kota, Bank Sultra, BPR Bahteramas Konawe, industri jasa keuangan, satuan pendidikan, guru, orang tua dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program KEJAR.

Ke depan, OJK akan memperluas implementasi Program KEJAR di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Fokusnya antara lain meningkatkan jumlah pelajar yang memiliki rekening, mendorong aktivitas menabung, memperkuat edukasi keuangan, serta mengoptimalkan peran industri jasa keuangan dalam menyediakan layanan yang mudah, aman, terjangkau dan sesuai kebutuhan.

Program KEJAR tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Melalui Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK berharap kebiasaan menabung tidak berhenti pada kepemilikan rekening, tetapi berkembang menjadi kemampuan generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat.

Sinergi antara OJK, pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat untuk membangun generasi muda yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA :  Dukung Kenyamanan Komunikasi di Tanah Suci, Kini Paket RoaMAX Umroh Hadir dengan Kuota Internet Lebih Besar