Jakarta, Berikabar.co – Kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian melemah pada Juli 2026. Hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) turun 4,9 poin menjadi 84,2 dari sebelumnya 89,1 pada Juni 2026.
Pelemahan terjadi pada dua komponen IKK, yakni Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) dan Indeks Ekspektasi (IE). ISSI turun 6,1 poin menjadi 63,9, sementara IE turun 4,0 poin menjadi 99,5.
LPS menilai perkembangan tersebut mencerminkan melemahnya persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini sekaligus prospek ekonomi pada masa mendatang.
Pada komponen situasi saat ini, pelemahan terutama terlihat pada penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi lokal dan ketersediaan lapangan kerja. Sementara pada komponen ekspektasi, konsumen menunjukkan penurunan persepsi terhadap prospek perekonomian dan pendapatan pada masa mendatang.
Sejumlah tekanan ekonomi menjadi faktor yang memengaruhi pelemahan kepercayaan konsumen. Faktor tersebut antara lain kenaikan harga bahan pokok, sulitnya memperoleh lapangan kerja, kenaikan harga BBM, kegagalan panen, serta harga pupuk yang mahal dan kelangkaannya.
Kelangkaan BBM juga menjadi perhatian konsumen. Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang disertai antrean pembelian BBM di sejumlah daerah turut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga barang dan bertambahnya pengeluaran rumah tangga.
Berdasarkan kelompok pendapatan, IKK hampir seluruh kelompok rumah tangga mengalami penurunan pada Juli 2026. Penurunan terbesar terjadi pada rumah tangga berpendapatan di atas Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan, yakni sebesar 6,8 poin.
Selanjutnya, IKK kelompok rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta turun 6,3 poin, sedangkan kelompok berpendapatan di atas Rp3 juta hingga Rp7 juta turun 3,4 poin. Berbeda dengan kelompok lainnya, IKK rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta justru meningkat 4,7 poin.
Meski mengalami penurunan, IKK rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta masih berada di atas level 100. Kondisi tersebut menunjukkan optimisme kelompok berpendapatan tinggi terhadap kondisi perekonomian masih relatif terjaga.
Pelemahan kepercayaan konsumen pada Juli 2026 berjalan seiring dengan menurunnya indeks menabung. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya tekanan pengeluaran rumah tangga tidak hanya memengaruhi persepsi masyarakat terhadap perekonomian, tetapi juga ruang mereka untuk menyisihkan pendapatan.





