BI Sultra Dorong Kerja Sama Antardaerah untuk Jaga Pasokan dan Kendalikan Inflasi

oleh -62 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong penguatan kerja sama antardaerah sebagai salah satu strategi menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Sulawesi Tenggara.

Penguatan kerja sama tersebut menjadi bagian dari rangkaian puncak Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kendari, Senin (5/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut dilakukan seremoni Penandatanganan Kerja Sama Antardaerah (KAD), khususnya antara Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton serta Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara daerah sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan. Dengan dukungan distribusi dan komunikasi yang efektif, ketersediaan komoditas diharapkan dapat lebih terjaga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan kerja sama antardaerah memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan.

“Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai dengan penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan,” ujar Edwin Permadi.

Menurut Edwin, penguatan kerja sama antardaerah juga menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi. Daerah tidak hanya didorong untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil produksi dapat tersalurkan ke wilayah yang membutuhkan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi dua sisi, yakni menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat sekaligus memberikan kepastian pasar bagi produsen pangan.

Melalui kerja sama antardaerah yang semakin kuat, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan akan terus mendorong terbentuknya sistem pasokan yang lebih efisien, sehingga dapat mendukung stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  MUI Sultra Ajak Warga Tak Khawatir Divaksin