Bali, Berikabar.co — Tiga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, Alwahidin, Kiki Novita Sari, dan Husain Insawan, memperkuat kiprah akademik di forum internasional dengan mempresentasikan hasil riset dalam 20th Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) International Conference and Call for Papers 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Bali, Jumat (31/7/2026).
Alwahidin tampil paling sedikit dalam dua sesi paralel dengan membawakan dua makalah berbeda. Sementara Kiki Novita Sari dan Husain Insawan masing-masing terlibat sebagai bagian dari tim penulis dalam riset yang dipresentasikan pada konferensi tersebut.
Konferensi internasional itu mengusung tema “Central Banking at the Crossroads of Fragmentation, Digital Transformation, and Systemic Risks”. Kegiatan digelar secara hybrid, dengan rangkaian presentasi penelitian yang terbagi dalam tujuh ruang sesi paralel.
BMEB merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Bank Indonesia. Forum tersebut menjadi salah satu ruang penting bagi akademisi dan peneliti untuk mendiseminasikan kajian mengenai kebanksentralan, ekonomi, keuangan, serta berbagai isu yang berkembang dalam sistem keuangan global.
Pada Sesi Paralel Ruang 3, Alwahidin bersama Kiki Novita Sari, Alija Avdukic, dan Amanda La Hadi mempresentasikan makalah berjudul: “ESG Materiality in the Age of Technological Disruption: AI Exposure, Sector Dynamics, and Institutional Context”.
Makalah tersebut dijadwalkan dipresentasikan pada pukul 14.00–14.30 WITA sebagai paper pertama. Sesi ini menghadirkan Prof. Prabheesh KP sebagai discussant, dengan Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D. sebagai chair dan Nida Amalia sebagai facilitator.
Riset tersebut mengkaji materialitas isu Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kajian secara khusus menyoroti keterkaitan eksposur kecerdasan buatan (AI), dinamika sektoral, serta konteks kelembagaan dalam menentukan materialitas ESG.
Alwahidin kemudian kembali tampil pada Sesi Paralel Ruang 2 bersama Amanda La Hadi dan Husain Insawan. Ketiganya mempresentasikan makalah berjudul: “Explainable Machine Learning Early Warning Systems for Financial Supervision: ESG Pillar-Switching Evidence from GCC and ASEAN Markets”.
Makalah tersebut dijadwalkan pada pukul 15.40–16.10 WITA sebagai paper keempat. Presentasi berlangsung dengan Prof. Susan Sharma sebagai discussant, Dr. Eng Alfian Akbar sebagai chair, dan Salman Al Parisi sebagai facilitator.
Penelitian ini mengangkat pengembangan sistem peringatan dini berbasis explainable machine learning untuk mendukung pengawasan sektor keuangan. Kajian tersebut menggunakan bukti empiris mengenai perubahan atau switching pilar ESG pada pasar di kawasan GCC (Gulf Cooperation Council) dan ASEAN.
Keterlibatan Alwahidin dalam dua penelitian tersebut juga sejalan dengan arah riset akademiknya yang selama ini menaruh perhatian pada integrasi prinsip ekonomi moral Islam dan pengambilan keputusan struktur modal pada perusahaan syariah di Indonesia, terutama dalam merespons volatilitas pasar.
Keikutsertaan tiga dosen FEBI UIN Kendari dalam konferensi internasional Bank Indonesia ini sekaligus menambah rekam jejak publikasi dan diseminasi penelitian mereka di tingkat internasional. Kehadiran tersebut juga memperkuat visibilitas FEBI UIN Kendari dalam jejaring akademik ekonomi dan keuangan, termasuk forum riset yang diselenggarakan otoritas moneter nasional.
Sumber: Flyer resmi dan unggahan akun Instagram @bi_journals, 31 Juli 2026.





