Morowali, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk mengintegrasikan berbagai solusi rendah karbon dalam pembangunan Proyek HPAL Sambalagi sebagai bagian dari komitmen menghadirkan industri pengolahan nikel yang berkelanjutan. Fasilitas tersebut akan memanfaatkan Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk menghasilkan listrik dari panas sisa proses produksi, sekaligus merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya guna meningkatkan penggunaan energi bersih.
Selain membangun fasilitas pengolahan, proyek juga mencakup pembangunan dermaga logistik, utilitas, kawasan hunian pekerja hingga fasilitas sosial pendukung operasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menilai pengembangan kawasan industri rendah karbon tersebut selaras dengan target pemerintah mencapai Net Zero Emissions.
“Hari ini kita memang menyambut kedatangan autoclave di HPAL Sambalagi. Namun yang sesungguhnya sedang kita bangun bukan hanya sebuah fasilitas industri. Kita sedang membangun ekosistem hilirisasi yang lengkap dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia. Inilah makna sesungguhnya dari hilirisasi: menciptakan nilai, menciptakan kesempatan, dan menciptakan harapan,” tandasnya.





