Komitmen Kapolda Sultra Baru: Prioritaskan Langkah Preventif, Siapkan Efek Jera untuk Kejahatan Narkoba hingga Begal

oleh -59 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Tampuk kepemimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara resmi berganti. Menjawab tantangan atas maraknya tindak pidana penyalahgunaan narkoba, aksi pembegalan, hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Kapolda Sultra yang baru, Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, menegaskan komitmen kuatnya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Anoa.

Mengawali tugasnya, ia menyampaikan kulo nuwun kepada seluruh elemen masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan bahwa segala kebijakan yang akan diambil ke depan bersandar penuh pada instruksi mendasar dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Pertama, saya yang diberikan amanah oleh Bapak Kapolri untuk menjalankan tugas sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, mohon izin kami bergabung untuk melaksanakan tugas kepada masyarakat Sulawesi Tenggara untuk dapat menerima kami. Kami melaksanakan tugas berdasarkan amanah dari Bapak Kapolri,” ujar Brigjen Pol Himawan.

Sebagai langkah taktis awal, jenderal bintang satu ini akan segera melakukan bedah kasus dan evaluasi komprehensif mengenai peta kerawanan kamtibmas terkini di Sultra. Meski mendapat laporan awal bahwa soliditas dan kondusifitas daerah tergolong baik, kepolisian tetap menyiapkan instrumen khusus dalam penanganan kejahatan jalanan dan narkotika.

Dalam strateginya, Brigjen Pol Himawan menggarisbawahi bahwa Korps Bhayangkara tidak akan langsung mengedepankan tindakan represif. Ia memposisikan penegakan hukum sebagai ultimum remedium atau obat terakhir dengan tetap memprioritaskan tindakan pencegahan dini di lapangan.

“Tentunya nanti kami akan juga melihat evaluasi analisa terkait dengan kondisi kamtibmas saat ini apa saja yang sedang terjadi, sehingga itu menjadi bahan untuk acuan pelaksanaan tugas berikutnya. Kami juga mendapat informasi bahwa kondusifitas di Sulawesi Tenggara cukup baik, soliditas masyarakat juga baik, kerja sama antara masyarakat dan kepolisian, stakeholder, itu juga baik. Sehingga nanti mungkin ada beberapa langkah yang kita lakukan terkait dengan tindak pidana ataupun kejahatan yang terjadi,” urainya.

BACA JUGA :  Head of Communications PT Vale Sebut Nikel Solusi Transisi Energi, Penting Dikelola Berkelanjutan

Selain fokus pada penanganan kejahatan konvensional, ia juga memberikan perhatian khusus pada potensi kerawanan di sektor wilayah pertambangan nikel serta ancaman kejahatan berbasis digital (cybercrime) yang kian mengintai wilayah Sultra.

Guna merumuskan formula solusi di area lingkar tambang, Polda Sultra berkomitmen mempererat simpul kemitraan bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) lintas sektor melalui metode keterbukaan informasi.

“Jadi kerja sama dengan beberapa stakeholder itu menjadi penting untuk bisa menganalisis dan mengevaluasi sebetulnya apa yang terjadi, sehingga itu menimbulkan berbagai aspek untuk bisa didiskusikan. Dan ini menjadi poin penting kerja sama, kemudian sharing informasi itu menjadi penting bagi kita untuk kita bisa melihat sebetulnya apa yang terjadi sehingga solusi apa yang tepat diambil, itu yang paling penting,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi tren kejahatan siber yang bersifat transaksional, lintas batas, dan tidak terkendala ruang fisik, Kapolda Sultra mengingatkan publik untuk mempertebal benteng pertahanan diri dari sisi literasi digital agar tidak mudah terjebak menjadi korban penipuan daring.

“Kemudian untuk kegiatan siber, seperti kita ketahui bersama bahwa kejahatan siber itu sifatnya transaksional dan borderless. Artinya dia tidak ada batas lokusnya, tidak ada TKP-nya. Jadi pelaku bisa ada di mana saja, kemudian korban juga ada di mana saja. Tetapi yang terpenting adalah mitigasi, edukasi pada tataran preemtif-preventif itu menjadi penting bagi kita bahwa kita menjaga diri kita untuk tidak menjadi korban kejahatan,” pungkasnya.