Investasi Pasar Modal di Sultra Melonjak 76,1 Persen pada Triwulan I 2026

oleh -66 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  — Minat masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap investasi pasar modal terus mengalami peningkatan sepanjang Triwulan I 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mencatat jumlah investor pasar modal tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data OJK Sultra, jumlah investor yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 SID hingga Maret 2026 atau meningkat 76,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menyebut peningkatan tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap investasi semakin baik.

Pertumbuhan investor terutama didorong peningkatan jumlah investor reksa dana, disusul investor saham dan Surat Berharga Negara (SBN).

Jumlah investor saham tercatat mencapai 51.620 SID atau tumbuh 60,6 persen secara tahunan. Sementara investor reksa dana mencapai 147.550 SID atau meningkat 78,4 persen. Adapun investor SBN tercatat sebanyak 3.259 SID atau naik 41,9 persen.

Selain jumlah investor yang meningkat, aktivitas transaksi saham masyarakat Sulawesi Tenggara juga tetap tinggi. Total nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp447,92 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.502 transaksi.

OJK mencatat Kota Kendari masih menjadi wilayah dengan aktivitas investor pasar modal terbesar di Sulawesi Tenggara, disusul Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau.

Menurut Bismi, tren tersebut mencerminkan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi formal yang legal dan diawasi otoritas.

BACA JUGA :  Trafik Broadband Tumbuh 11,6 Persen, Telkomsel Sukses Kawal Konektivitas dan Layanan Digital Pelanggan Pada Nataru 2023