Industri Jasa Keuangan Tumbuh Positif, Aset Perbankan Tembus Rp62,29 Triliun

oleh -58 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat kinerja industri jasa keuangan daerah tetap tumbuh positif pada Triwulan I 2026. Stabilitas sektor keuangan dinilai tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan kondisi tersebut ditopang pertumbuhan intermediasi perbankan, meningkatnya aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta berkembangnya layanan keuangan digital.

“Stabilitas sektor jasa keuangan daerah terjaga dengan baik, ditopang pertumbuhan intermediasi perbankan, peningkatan aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta berkembangnya layanan keuangan digital yang semakin luas dimanfaatkan masyarakat,” terang Bismi.

Data OJK menunjukkan total aset perbankan di Sulawesi Tenggara mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp33,76 triliun atau naik 5,25 persen yoy.

Tabungan masih mendominasi struktur DPK dengan porsi mencapai 67,4 persen dari total penghimpunan dana masyarakat. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan tetap kuat.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen yoy. Kredit konsumsi masih mendominasi dengan porsi 48,5 persen, disusul kredit modal kerja sebesar 32 persen dan kredit investasi sebesar 19,6 persen.

OJK juga mencatat kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada pada level rendah sebesar 1,85 persen.

Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp16,45 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Tenggara.

Secara kewilayahan, Kota Kendari masih menjadi pusat aktivitas perbankan terbesar di Sulawesi Tenggara dengan total kredit mencapai Rp23,09 triliun dan penghimpunan DPK sebesar Rp20,45 triliun.

BACA JUGA :  Kadin Sultra Terima Penghargaan Indonesia Award 2023