Kendari, Berikabar.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menggelar perhelatan akbar bertajuk Maimo Sultra Sharia Fest 2026. Agenda tahunan ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi syariah di Bumi Anoa, yang akan dikolaborasikan dengan perayaan HUT Provinsi Sultra.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama beberapa hari, mulai tanggal 24 hingga 27 April 2026. Berbagai lokasi strategis di Kota Kendari akan menjadi pusat kemeriahan, mulai dari Kawasan Eks MTQ hingga pusat perbelanjaan.
“Maimo Sultra Sharia itu kita kolaborasikan dengan HUT Sultra. Kita akan melakukan tanggal 24 sampai 27 April ini, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra. Kita akan mengadakan berbagai macam pameran, lomba, dan sebagainya,” ujar Edwin Permadi, Rabu (15/4/2026).
Salah satu daya tarik utama dari Maimo Sultra 2026 adalah pelibatan aktif sektor pesantren melalui Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren). Edwin menyebutkan, ada sekitar 17 pesantren di Sultra yang akan memamerkan produk-produk unggulan mereka.
“Kita punya sekitar 17 pesantren yang terhimpun dalam Hebitren. Kita undang pesantren yang punya produk untuk dipamerkan. Pendampingan dari Bank Indonesia pun beragam, mulai dari sisi hulu hingga hilir, ada yang ke sektor pertanian, pariwisata, dan lainnya,” jelasnya.
Selain pameran produk pesantren, ajang ini juga akan diisi dengan kompetisi yang edukatif dan relevan dengan isu terkini, seperti lomba memasak menu non-beras sebagai upaya pengendalian inflasi pangan, serta lomba busana muslim.
“Kita akan mengadakannya di Eks MTQ, nanti untuk lomba masak dan sebagainya di Mall Lippo Kendari. Jadi selama tanggal 24 sampai 27 itu kita adakan berbagai kegiatan untuk mendukung ekonomi syariah,” tambah Edwin.
Edwin menekankan bahwa Maimo Sultra Syariah bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komunikasi efektif BI Sultra untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku ekonomi syariah dan UMKM pesantren memiliki wadah untuk naik kelas, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan dan belanja bijak.





