Makassar, Berikabar.co – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengeluarkan peringatan keras terkait beredarnya informasi palsu (hoax) di media sosial mengenai biaya pendaftaran pangkalan dan sub pangkalan (pengecer) LPG 3 kg bersubsidi. Informasi menyesatkan tersebut ditemukan dalam sebuah unggahan video di platform TikTok oleh akun @pertaminagas3kg_lpg.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan bahwa akun tersebut bukan milik perusahaan dan sengaja dibuat untuk menyerupai akun resmi guna mengelabui masyarakat.
“Perlu kami tegaskan bahwa pendaftaran menjadi pangkalan LPG 3 kg bersubsidi tidak dipungut biaya alias gratis. Informasi yang mencantumkan biaya tertentu tersebut tidak benar dan bukan berasal dari Pertamina maupun Pertamina Patra Niaga, bahkan akun tersebut yaitu akun platform media sosial TikTok @pertaminagas3kg_lpg yang memberikan informasi juga merupakan bukan akun resmi, yang mencoba menyerupai akun milik perusahaan dan berusaha memberikan informasi yang menyesatkan masyarakat,” jelas Lilik, Rabu (15/4/2026).
Lilik menegaskan bahwa LPG 3 kg adalah barang dalam pengawasan pemerintah yang peruntukannya sangat spesifik, yaitu untuk masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, seluruh proses distribusi dan pendaftaran mitra penyalur mengacu pada regulasi yang ketat dan mekanisme subsidi tepat sasaran.
“LPG 3 kg adalah produk subsidi yang pendistribusiannya diatur oleh pemerintah dengan sistem kuota, sehingga harus dipastikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Masyarakat diminta untuk lebih jeli dan tidak mudah tergiur oleh tawaran yang mewajibkan pembayaran sejumlah uang mengatasnamakan Pertamina melalui platform media sosial apapun.
Lilik mengimbau agar publik selalu melakukan verifikasi melalui kanal-kanal komunikasi resmi perusahaan guna menghindari kerugian materiel akibat aksi penipuan ini.
“Masyarakat agar lebih waspada terhadap informasi yang menyesatkan dan meminta bayaran mengatasnamakan Pertamina, maupun Pertamina Patra Niaga melalui berbagai platform komunikasi termasuk media sosial yang bisa menyerupai akun resmi ataupun akun palsu,” imbau Lilik.





