Jakarta, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melakukan penyegaran jajaran Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (2/6/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika industri mineral kritis yang terus berkembang.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menerima pengunduran diri Emily Olson dari jabatan Wakil Presiden Komisaris serta Christopher McCleave dari posisi Komisaris. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya selama menjalankan tugas di PT Vale.
Sebagai penggantinya, pemegang saham menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris.
Manajemen PT Vale menilai perubahan komposisi pengurus tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat fondasi kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan industri mineral kritis yang semakin dinamis.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat memastikan keberlanjutan transformasi perusahaan sekaligus mendukung pengembangan berbagai proyek strategis yang tengah dijalankan Perseroan.
Dengan keputusan tersebut, susunan Direksi PT Vale tetap dipimpin oleh Bernardus Irmanto sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer bersama jajaran direksi lainnya yang membidangi operasional, keuangan, proyek, strategi, sumber daya manusia, serta keberlanjutan perusahaan.
Sementara itu, jajaran Dewan Komisaris kini terdiri atas Presiden Komisaris F.S. Multhazar, Wakil Presiden Komisaris Kristina Gauthier, Komisaris Patricia Renee Pegues, Adam MacMillan, M. Jasman Panjaitan, Katherina Anggela Oendun, Shiro Imai, serta tiga Komisaris Independen yakni Rudiantara, Retno Marsudi, dan Marita Alisjahbana.
PT Vale menegaskan akan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku terkait perubahan susunan Dewan Komisaris.
Menutup RUPST, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Bernardus Irmanto menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjalankan transformasi bisnis dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global.
“Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL kami mencerminkan keyakinan kami terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global. Kami akan terus berfokus pada praktik pertambangan terbaik, hilirisasi yang bertanggung jawab, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.”





