Kendari, Berikabar.co – Di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat dan munculnya berbagai pilihan kendaraan baru, Toyota tetap menjadi salah satu merek yang dikenal memiliki nilai jual kembali (resale value) yang kuat di Indonesia. Kondisi ini menjadikan kendaraan Toyota tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang yang relatif stabil.
Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang membuat harga jual kembali kendaraan Toyota tetap terjaga, bahkan di pasar mobil bekas yang sangat kompetitif.
Menurutnya, salah satu faktor utama adalah luasnya jaringan layanan purna jual Toyota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Salah satu faktor utamanya adalah layanan servis atau bengkel Toyota yang ada di mana-mana. Sehingga, history servis dari unit tersebut dapat tetap terjaga meskipun berada di luar kota sekalipun. Selain itu faktor kualitas dan durability yang menjadi salah satu faktor kepercayaan masyarakat terhadap unit Toyota,” ujar Suliadin.
Kepercayaan konsumen terhadap Toyota juga tidak lepas dari reputasi merek yang telah dibangun selama puluhan tahun. Reputasi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga permintaan pasar, baik untuk kendaraan baru maupun bekas.
“Reputasi merek sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat. Karena, telah TOYOTA terbukti dan teruji sejak puluhan tahun yang lalu,” katanya.
Avanza hingga Innova Masih Jadi Buruan
Di wilayah Sulawesi Tenggara, sejumlah model Toyota tercatat memiliki perputaran yang sangat cepat di pasar kendaraan bekas. Bahkan, menurut Suliadin, beberapa model memiliki tingkat permintaan yang hampir setara dengan mobil baru.
“Yang paling diminati dan memang cepat perputarannya hampir sama dengan mobil baru, yaitu Agya, Calya, Avanza, Rush, hingga Innova. Karena, tingginya minat untuk unit tersebut,” ungkapnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap model-model tersebut turut menjaga kestabilan harga jual kembali kendaraan di pasaran.
Selain faktor merek, layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang juga menjadi aspek yang sangat menentukan.
“Layanan servis yang tersedia di mana-mana dan suku cadang yang mudah ditemukan, sehingga mendapatkan kepercayaan oleh masyarakat. Hal tersebut menjadi faktor harga jual tinggi,” jelas Suliadin.
Ia menegaskan bahwa keberadaan jaringan bengkel resmi Toyota sangat berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen dalam membeli kendaraan bekas.
“Betul. Sangat mempengaruhi,” katanya saat ditanya mengenai pengaruh jaringan bengkel resmi terhadap pasar mobil bekas Toyota.
Tren Mobil Bekas Toyota Tetap Positif
Kalla Toyota mencatat tren pasar mobil bekas Toyota dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di wilayah Sulawesi, menunjukkan pertumbuhan yang positif.
“Tren sangat positif. Berbanding lurus dengan tren mobil baru,” ujar Suliadin.
Untuk menjaga kualitas kendaraan agar tetap diminati hingga memasuki pasar mobil bekas, Toyota terus memperkuat layanan purna jual.
“Tentunya dengan peningkatan kualitas layanan purnajual,” katanya.
Menariknya, menurut Suliadin, faktor efisiensi bahan bakar bukan menjadi penentu utama dalam menjaga harga jual kembali kendaraan.
“Efisiensi kendaraan dipengaruhi umur dan kondisi kesehatan unit. Sehingga efisiensi bahan bakar bukan menjadi faktor utama dalam penentuan harga jual kembali,” jelasnya.
Hybrid Toyota Dinilai Tetap Menjanjikan
Di tengah perkembangan kendaraan ramah lingkungan, Toyota juga melihat prospek yang baik terhadap kendaraan hybrid.
“Toyota Hybrid memiliki nilai jual kembali yang stabil, sama dengan mobil konvensional. Meskipun hingga saat ini masih sangat kurang beredar di pasar mobil bekas,” ujarnya.
Suliadin juga menilai harga jual kembali Toyota masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan sejumlah merek lain pada segmen yang sama.
“Tentunya memiliki perbedaan yang sangat signifikan,” katanya.
Pentingnya Servis Berkala
Bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai investasi kendaraan, Kalla Toyota memberikan sejumlah tips sederhana namun penting.
“Beli Toyota impianmu. Rutin lakukan servis berkala dan pastikan kendaraan digunakan secara normal,” ujar Suliadin.
Menurutnya, riwayat servis di bengkel resmi menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan calon pembeli kendaraan bekas.
“Sangat mempengaruhi. Karena, akan masuk secara system Toyota dan terdaftar memiliki servis record yang baik,” jelasnya.
Di sisi lain, kondisi ekonomi nasional tetap menjadi faktor yang memengaruhi harga kendaraan, baik baru maupun bekas.
“Kondisi pasar ekonomi tentunya cukup mempengaruhi harga jual kendaraan baru hingga bekas,” katanya.
Trade In dan Loyalitas Konsumen
Kalla Toyota juga menghadirkan program trade in atau tukar tambah yang dinilai mampu membantu pelanggan menjaga nilai investasi kendaraan mereka.
“Betul. Sangat membantu tentunya,” ujar Suliadin.
Menurutnya, loyalitas pelanggan dibangun melalui pelayanan yang berkelanjutan mulai dari proses pembelian kendaraan baru hingga saat konsumen ingin mengganti kendaraan lama dengan model terbaru.
“Memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, mulai dari pembelian mobil baru, layanan purnajual, hingga saat mau mengganti unit lama ke Toyota terbaru,” katanya.
Meski demikian, tantangan dalam mempertahankan posisi Toyota sebagai kendaraan dengan nilai investasi terbaik tetap ada.
“Tentunya faktor kondisi ekonomi, hingga kondisi market otomotif yang semakin ramai,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari edukasi kepada konsumen, Toyota terus mengingatkan pentingnya perawatan kendaraan secara berkala.
“Edukasi itu pastinya ada. Dengan memberikan pengetahuan terkait pentingnya servis berkala rutin dan tepat waktu,” jelas Suliadin.
Optimisme juga masih menyelimuti prospek pasar kendaraan Toyota dalam lima tahun mendatang, termasuk di tengah perkembangan kendaraan listrik dan semakin ketatnya persaingan industri otomotif.
“Prospect akan terus tumbuh positif dan bahkan bisa stabil dengan kondisi sekarang,” pungkasnya.





