Kendari, Berikabar.co – Komitmen PT PLN (Persero) dalam memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Tenggara terus menunjukkan progres positif. General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi rencana pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Kendari pada Senin (9/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan serta memantau tahapan pra-konstruksi proyek yang menjadi bagian vital dari jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Andowia – Kendari. Didampingi Manager PLN UPP Sulawesi Tenggara Ronny Aprisaputra, peninjauan ini meliputi pengecekan kondisi lokasi, kesiapan akses, hingga detail persiapan teknis sebelum konstruksi fisik dimulai.
Lahan untuk pembangunan GITET ini sendiri telah dinyatakan bebas sepenuhnya sejak Desember 2025. Manager PLN UPP Sulawesi Tenggara, Ronny Aprisaputra, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memastikan seluruh aspek administratif dan lapangan terpenuhi tanpa kendala.
“Dengan telah selesainya proses pengadaan tanah pada akhir tahun lalu, saat ini kami fokus pada tahapan pra konstruksi guna memastikan seluruh aspek teknis, administratif, serta kesiapan lapangan terpenuhi dengan baik. Kami juga melakukan pemetaan potensi kendala sejak dini agar proses pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat waktu,” ujar Ronny.
Infrastruktur GITET 275 kV Kendari ini dirancang untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sultra sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi di masa depan. GM PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menekankan bahwa proyek ini merupakan penggerak ekonomi yang krusial bagi wilayah tersebut.
“Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah di Sulawesi Tenggara,” ujar Made.
Dengan pengawasan ketat dari level manajemen hingga teknis, PLN optimis pembangunan gardu induk ini akan berjalan efektif guna mendukung kedaulatan energi di Bumi Anoa.





