KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) resmi memulai pengamanan intensif menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Anoa 2026 yang berlangsung di Lapangan Presisi Polda Sultra, Kamis (12/03/2026).
Operasi ini dirancang secara komprehensif untuk mengawal seluruh rangkaian momentum Lebaran, mulai dari arus mudik, pelaksanaan hari raya, hingga arus balik. Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, menegaskan bahwa prioritas utama institusinya adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Hari ini kita bersama-sama mengikuti apel gelar pasukan untuk melaksanakan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka memberikan pengamanan pelaksanaan mudik, kemudian hari raya dan arus balik. Kita berharap dengan operasi ini bisa memberikan pelayanan yang baik dan pengamanan yang baik kepada masyarakat,” ujar Didik Agung Widjanarko.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat Anoa 2026 mengerahkan kekuatan besar sebanyak 3.513 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Daerah, serta instansi terkait lainnya. Guna memastikan jangkauan pelayanan, Polda Sultra telah menyiapkan 66 titik pos yang terdiri dari 41 pos pengamanan, 15 pos pelayanan, dan 10 pos terpadu di berbagai lokasi strategis.
Salah satu terobosan pelayanan yang ditawarkan Polda Sultra tahun ini adalah penyediaan fasilitas penitipan kendaraan tanpa dipungut biaya bagi para pemudik.
“Bagi masyarakat yang akan meninggalkan kendaraan dan merasa tidak aman jika disimpan di rumah, kami menyediakan tempat penitipan kendaraan di Polda maupun di Polres jajaran. Layanan ini gratis selama masyarakat melaksanakan mudik,” jelas Irjen Pol Didik.
Kapolda menambahkan bahwa untuk kendaraan roda dua, pihaknya telah menyiapkan tempat khusus seperti hanggar agar kendaraan milik warga tetap terlindungi dari cuaca panas maupun hujan.
Selain fokus pada jalur mudik, Polda Sultra juga memperketat patroli kewilayahan guna mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti balap liar dan potensi perkelahian kelompok yang kerap muncul pasca-tarawih maupun setelah subuh. Meski demikian, sejauh ini situasi di wilayah hukum Sultra dilaporkan tetap kondusif.
“Namun sampai saat ini di wilayah hukum Polda Sultra tidak ada kejadian menonjol. Jika ada persoalan di masyarakat, umumnya masih dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Melalui kesiapan personel dan berbagai fasilitas pelayanan ini, Polda Sultra berharap seluruh lapisan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kelancaran.





