Polda Sultra Amankan 9 Pemuda Terduga Penyerang Polisi dan Warga di Kawasan MTQ Kendari

oleh -83 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mengamankan sembilan orang pemuda yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap petugas kepolisian dan masyarakat di kawasan MTQ, Kota Kendari. Saat ini, para terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sultra, Kombes Pol. Iis Kristian, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula dari laporan masyarakat terkait adanya sekelompok pemuda yang melakukan pengancaman.

“Pada malam itu kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada sekelompok pemuda yang melakukan pengancaman. Tim kemudian mendatangi lokasi dan menjemput korban yang sebelumnya mengalami penganiayaan oleh para pelaku,” ujar Iis saat konferensi pers di Mapolda Sultra, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, ketika petugas tiba di lokasi, para pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan sebelumnya telah meninggalkan tempat kejadian. Namun saat petugas masih melakukan pendalaman di lokasi, sekitar 30 menit kemudian datang sekelompok pemuda berjumlah sekitar 15 hingga 20 orang dengan membawa berbagai jenis senjata tajam.

Kelompok tersebut kemudian diduga melakukan penyerangan terhadap petugas kepolisian maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Akibat insiden itu, sejumlah warga mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah melakukan penyerangan, kelompok pemuda tersebut melarikan diri. Selain mengevakuasi korban, petugas pada malam itu juga langsung melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi keberadaan para pelaku,” jelasnya.

Penyelidikan yang dilakukan polisi kemudian mengarah pada identitas sejumlah terduga pelaku. Sekitar pukul 03.00 WITA, petugas berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku dan selanjutnya melakukan pengembangan kasus.

“Dari hasil pengembangan tersebut, pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WITA, petugas kembali mengamankan sembilan orang beserta barang bukti berupa berbagai jenis senjata tajam serta kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi tersebut,” kata Iis.

BACA JUGA :  Telkomsel Dukung Panti Asuhan dan Masyarakat Prasejahtera dalam Program CSR Ramadan

Saat ini, sembilan orang yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra, Kombes Pol. Wisnu Wibowo, S.I.K., S.H., M.Si., menegaskan bahwa penyidik masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap seluruh rangkaian kejadian serta keterlibatan masing-masing pelaku.

Menurut Wisnu, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kelompok yang diamankan merupakan bagian dari geng motor sebagaimana informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami masih melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap sembilan orang yang telah diamankan. Kami belum dapat menyatakan mereka merupakan geng motor atau bukan. Yang jelas mereka adalah kelompok pemuda yang sering berkumpul hingga larut malam di sekitar kawasan MTQ,” ujar Wisnu.

Dari hasil penyelidikan sementara, salah satu terduga pelaku berinisial UT diduga bergerak menuju kawasan Pasar Panjang setelah kejadian awal. Di lokasi tersebut, UT diduga bergabung dengan sejumlah rekannya sebelum kembali menuju kawasan MTQ menggunakan beberapa kendaraan.

Kelompok tersebut kemudian diduga terlibat dalam aksi penyerangan yang mengakibatkan korban luka serta kerusakan di lokasi kejadian.

“Untuk umur pelaku antara 19 tahun dan 25 tahun,” ungkapnya.

Wisnu menegaskan bahwa Polda Sultra tidak akan mentoleransi segala bentuk aksi kekerasan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Penyidik terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang masih belum tertangkap,” pungkasnya.

Polda Sultra memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan secara profesional guna mengungkap secara menyeluruh motif, peran para pelaku, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi penyerangan tersebut.