Jakarta, Berkabar.co – Pergeseran tren dunia kerja global saat ini kian menuntut bukti nyata ketimbang formalitas dokumen. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa kompetensi dan keterampilan kini menjadi faktor yang semakin menentukan dibandingkan sekadar gelar akademik. Arus perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga sistem otomatisasi memaksa dunia industri bergerak cepat untuk lebih mengutamakan kemampuan yang dapat dibuktikan dan diterapkan secara nyata di lingkungan kerja.
Merespons dinamika global tersebut, Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) mengambil langkah taktis. Organisasi ini terus memperkuat lini pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dinilai sebagai fondasi utama dalam mendongkrak daya saing sektor kepelabuhanan di kancah nasional maupun internasional.
Wakil Ketua Umum III ABUPI Bidang Pengembangan SDM Kepelabuhanan, Sakiman, menegaskan bahwa pendidikan formal tetap memiliki peran penting, namun harus dilengkapi dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Dunia kepelabuhanan sedang bergerak menuju digitalisasi dan otomatisasi. Karena itu, pengembangan SDM harus dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi profesi, pengalaman kerja, serta peningkatan kompetensi secara berkelanjutan,” ujar Sakiman.
Lebih lanjut, Sakiman menjelaskan bahwa langkah strategis ini berjalan beriringan dengan regulasi yang ditetapkan Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran. Regulasi tersebut secara tegas mendorong terwujudnya SDM pelayaran yang profesional, kompeten, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
Guna mengejawantahkan komitmen tersebut, ABUPI telah menginisiasi berbagai program kerja strategis di lapangan. Mulai dari pelaksanaan pelatihan intensif, program magang, pendampingan berkala, sertifikasi profesi, hingga penyusunan standar kompetensi yang selaras dengan kebutuhan aktual dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Di sisi lain, Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, turut menggarisbawahi bahwa kualitas SDM akan menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi pelabuhan Indonesia di masa depan.
“Untuk membangun pelabuhan yang modern, efisien, dan berdaya saing, diperlukan SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan, menguasai teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan industri. Karena itu, pengembangan SDM harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan,” kata Liana.
Menatap masa depan sektor maritim, ABUPI mengaku optimistis bahwa jalinan kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, pemerintah, perguruan tinggi, sekolah vokasi, hingga lembaga pelatihan dapat berjalan mulus. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya talenta-talenta pelabuhan yang siap kerja, produktif, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.





