Jakarta, Berikabar.co – Rentetan panjang terkait sengketa wilayah Pulau Kawi-Kawia antara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya menemui titik terang. Keberhasilan ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang difasilitasi langsung oleh Mendagri Tito Karnavian.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar rapat koordinasi pada Jumat (20/2/2026) yang dipimpin oleh Irjen Pol (Purn.) Sang Made Mahendra Jaya. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran Pemprov Sultra, Pemprov Sulsel, Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, serta perwakilan dari Kabupaten Kepulauan Selayar.
Rapat koordinasi tersebut membuahkan empat poin kesepakatan fundamental yang akan menjadi landasan hukum baru:
-
Status Wilayah: Status Pulau Kawi-Kawia ditetapkan masuk dalam cakupan nasional.
-
Manajemen Pengelolaan: Pengelolaan pulau dilakukan oleh Pemerintah Pusat dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Sultra) dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar (Sulsel).
-
Area Bersama: Pulau Kawi-Kawia disepakati sebagai area bersama untuk penentuan batas daerah, tata ruang, serta administrasi pemerintahan dan keuangan bagi kedua belah pihak.
-
Mitigasi Bencana: Penanganan bencana alam di lokasi tersebut akan dilakukan secara kolaboratif oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.
Penyelesaian sengketa ini menjadi angin segar bagi pembangunan daerah. Pasalnya, perselisihan batas wilayah ini selama bertahun-tahun menjadi penghambat utama pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kesepakatan ini dijadwalkan akan segera diresmikan melalui penandatanganan bersama antara Gubernur Sultra, Gubernur Sulsel, serta para Bupati terkait. Dengan tuntasnya polemik Kawi-Kawia, proses administrasi RTRW Sultra kini dipastikan dapat kembali berlanjut guna mempercepat realisasi investasi dan pembangunan infrastruktur di Bumi Anoa.





