Manado, Berikabar.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sulawesi Utara memperkokoh kerja sama strategis dalam mengamankan aset negara. Komitmen percepatan legalitas ini dibahas secara mendalam dalam koordinasi tingkat tinggi di Kantor Wilayah ATR/BPN Sulut, Rabu (11/2/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan 122 tapak tower, satu bidang pembangkit, serta satu bidang gardu induk memiliki payung hukum yang kuat. Aset-aset vital ini tersebar di jalur transmisi 150 kV Likupang–Pandu, Likupang–Paniki, Otam–Tutuyan, hingga Otam–Molibagu, serta mencakup lahan PLTMG dan perluasan GI Likupang.
Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sulawesi Utara, John Wiclif Aufa, A.Ptnh., menegaskan kesiapan jajarannya untuk memangkas hambatan birokrasi dalam proses sertifikasi ini.
“ATR/BPN Sulawesi Utara terus mendorong percepatan sertifikasi aset PLN sebagai bagian dari pengamanan aset negara. Kami akan menginstruksikan Kantor Pertanahan terkait untuk melakukan langkah strategis, termasuk pelaksanaan pengukuran dan Panitia Pemeriksa Tanah (P2T) secara bersamaan, sehingga proses sertifikasi dapat berjalan lebih efektif,” ujar John Wiclif.
Upaya ini disambut optimis oleh pihak PLN. Manager PLN UPP Sulawesi Utara, Muhammad Arfah Aboe Kasim, menilai dukungan dari ATR/BPN merupakan elemen krusial dalam mengejar target penyelesaian aset pada tahun 2026.
“Koordinasi yang intensif serta dukungan dari ATR/BPN sangat membantu PLN dalam mempercepat proses sertifikasi aset. Kami optimistis target penyelesaian sertifikat aset PLN pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana,” jelas Muhammad Arfah.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menambahkan bahwa legalitas aset bukan sekadar urusan administrasi, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui pasokan listrik yang stabil
“Sinergi ini memberikan kepastian legalitas atas aset ketenagalistrikan PLN sekaligus memperkuat tata kelola aset negara. Kepastian hukum menjadi landasan penting bagi keberlanjutan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sulawesi Utara, sehingga PLN dapat terus menghadirkan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wisnu.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh manajemen senior dari berbagai unit PLN, termasuk UPT Manado dan UID Suluttenggo, guna memastikan sinkronisasi data aset di seluruh wilayah kerja Sulawesi Utara.





