Kendari, Berikabar.co – Kawasan Tugu Religi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak riuh pada Rabu (25/2/2026) sore. Ratusan warga Kota Kendari tampak memadati area tersebut bukan untuk sekadar bersantai, melainkan untuk berburu uang pecahan baru melalui layanan mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) dalam rangkaian program SERAMBI 2026.
Demi kenyamanan warga, BI Sultra menyiagakan dua loket pelayanan sekaligus di sisi kiri dan kanan armada untuk memecah antrean. Menariknya, antrean kali ini didominasi oleh wajah-wajah muda dari kalangan Gen Z yang baru pertama kali merasakan pengalaman menukar uang untuk kebutuhan berbagi di hari raya.
Audi (22), warga Kota Lama Kendari, mengaku antusias mencoba layanan ini untuk pertama kalinya. Pekerja muda ini berencana menggunakan uang baru tersebut untuk bersedekah di bulan suci.
“Tidak banyak sih, hanya Rp300 ribu. Tadi saya tukar dengan uang pecahan seribu satu ikat dan dua ribu satu ikat. InsyaAllah nanti kalau dapat THR saya tukar lagi,” ungkap Audi penuh semangat.
Bagi Audi, proses melalui laman PINTAR BI sangat ramah bagi generasinya yang akrab dengan teknologi. Ia hanya butuh waktu sekitar 10 menit dari verifikasi hingga uang berpindah tangan. Ada sensasi emosional tersendiri saat ia menggenggam lembaran uang yang masih kaku dan harum khas uang baru tersebut.
“Gampang sih buat Gen Z karena tinggal buka websitenya, pilih provinsi, nanti dikasih rekomendasi lokasi yang paling dekat dengan kantor atau rumah,” terangnya.
“Kebetulan baru kerja dan baru pertama kali juga merasakan fenomena penukaran uang, ternyata tidak seribet dan mengantre bagaimana sekali. Kayak flashback aja sih. Uang baru lebih rapi, bersih baunya juga agak beda. Jadi teringat masa kecil dulu begitu,” pungkas Audi.
Kisah serupa datang dari Supriadi (25), seorang perantau asal Bima, NTB, yang kini bekerja di salah satu BUMN di Kendari. Ia memilih menukarkan uang lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang puncak arus mudik pada Maret mendatang. Supriadi membawa pulang pecahan Rp5.000 hingga Rp20.000 dengan total nilai mencapai Rp2,5 juta.
“Total uang penukaran Rp 2,5 juta. Nanti buat THR, saya bagikan buat keponakan dan tetangga yang kecil di kampung. Saya dapat antrian no 85 dan prosesnya lancar dan dipermudah oleh petugas dari BI tadi,” ujar Supriadi.
Melalui kemudahan pendaftaran digital dan kesiapsiagaan petugas di lapangan, Bank Indonesia Sultra berhasil mengubah tren penukaran uang tahunan menjadi proses yang lebih tertib, cepat, dan bermakna bagi warga yang ingin menebar kebahagiaan di hari kemenangan nanti.





