Kolaka, Berikabar.co – Kehadiran proyek pembangunan jembatan Polri di Kabupaten Kolaka tidak hanya membawa misi infrastruktur, tetapi juga membawa angin segar bagi dunia pendidikan setempat. Pada Senin (23/2/2026) siang, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket perlengkapan sekolah lengkap bagi puluhan pelajar di Desa Sabilambo.
Berlokasi tepat di area pembangunan jembatan, sebanyak 33 siswa Sekolah Satu Atap (Satap) Nomor 3 menerima bantuan berupa seragam baru, tas, serta peralatan tulis. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian institusi Polri terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi proyek strategis tersebut.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat kepolisian, di antaranya Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sultra AKP Muhammad Salman dan Kasat Resnarkoba Polres Kolaka Iptu Jamal. Kehadiran para personel berseragam ini disambut hangat oleh perangkat desa serta para orang tua siswa yang antusias mendampingi buah hati mereka.
Plh. Kasihumas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif Setiawan, SH, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen nyata Polri dalam mendukung masa depan generasi muda di wilayah hukum mereka.
“Bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bakti sosial Polri. Kami berharap dukungan berupa seragam, tas, dan alat tulis ini dapat memotivasi para siswa untuk lebih semangat dalam belajar dan meraih cita-cita,” tegas AKP Dwi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran kepolisian saat ini telah meluas melampaui tugas penegakan hukum konvensional. Polri berupaya hadir sebagai mitra masyarakat yang peka terhadap isu-isu sosial, termasuk pendidikan.
Penyerahan bantuan yang dilakukan secara simbolis tersebut berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Para orang tua murid mengungkapkan rasa syukur mereka atas perhatian spontan yang diberikan pihak kepolisian, yang dinilai sangat membantu meringankan kebutuhan sekolah anak-anak mereka.
Melalui sinergi ini, Polri berharap pembangunan jembatan tidak hanya memperlancar konektivitas fisik di Kolaka, tetapi juga mempererat hubungan emosional dan komunikasi antara aparat penegak hukum dengan warga sekitar.





