Transformasi Reklamasi PT Vale: Berdayakan Koperasi Lokal dan Gandeng Akademisi Demi Kelestarian Lingkungan

oleh -156 Dilihat

Luwu Timur, Berikabar.co  – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus mempertegas komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan di Blok Sorowako. Melalui pendekatan yang inklusif, perusahaan tidak hanya fokus pada pemulihan ekosistem, tetapi juga memastikan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di wilayah pemberdayaan Kabupaten Luwu Timur.

Andri Ardiansyah, Specialist Biodiversity and Mine Closure PT Vale Indonesia, menjelaskan bahwa mekanisme reklamasi lahan konsesi melibatkan peran aktif sekitar 300 warga lokal. Keterlibatan ini dikelola secara sistematis melalui kemitraan strategis dengan koperasi lokal untuk memastikan manfaat ekonomi yang jangka panjang.

“Selain membuka kesempatan kerja melalui program pemberdayaan kepada masyarakat sekitar tambang, PT Vale memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan kehidupan yang berkelanjutan pada tahun 2020 – 2023 PT Vale bekerjama dengan salah satu koperasi lokal dalam hal konservasi keaneragaman hanyati melalui program Penanaman Pohon Endemik di Area Reklamasi, tentu tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang pada gilirannya diharapkan akan menumbuhkan rasa kepedulian dan memiliki terhadap kawasan hutan reklamasi,” jelas Andri.

Lebih lanjut, Andri merinci bahwa aksi konservasi ini mencakup area seluas 50 hektar di Blok Sorowako. Uniknya, bibit pohon yang ditanam dipasok langsung oleh masyarakat adat dan kelompok pemuda lokal. PT Vale menerapkan rasio penanaman sebesar 70% pohon endemik lokal berdaur panjang dan 30% jenis Multipurpose Tree Species (MPTS).

“Jenis tanaman atau pohon lokal yang berdaur panjang seperti damar, nyato, betao, jambu-jambu, kalapi, sanru, kayu putih, dll. Sedangkan MPTS adalah jenis yang bermanfaat dan digunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku usaha yang dikembangkan oleh UKM dan industri serta berdasarkan arahan dari dinas terkait. Melakukan penanaman pohon lokal dan jenis Mutipurpose Tree Species (MPTS) dengan rasio perbandingan 70%: 30% dengan total sebanyak 1.000 pohon per Ha,” bebernya.

BACA JUGA :  Bupati Luwu Timur Pimpin Rapat Koordinasi, Bahas Transparansi dan Penanganan Dampak Kebocoran Pipa PT Vale

Selain pemberdayaan masyarakat, PT Vale juga mengintegrasikan riset ilmiah ke dalam kebijakan operasional harian. Kolaborasi dengan akademisi, termasuk Universitas Hasanuddin (Unhas), menjadi kunci dalam pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.

Andri menegaskan bahwa PT Vale tidak hanya menyimpan hasil riset tersebut untuk kepentingan internal, tetapi juga membuka ruang bagi industri pertambangan lain untuk belajar demi kemajuan praktik hijau di Indonesia.

“Sebagai perusahaan pertambangan yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas operasional, PT Vale senantiasa terbuka untuk berkolaborasi serta melibatkan akademisi karena dapat memberikan wawasan berbasis riset untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, Perusahaan juga terbuka untuk berbagi agar praktik berkelanjutan di industry pertambangan dapat lebih meluas,” pungkas Andri.

Melalui perpaduan antara kearifan lokal, dukungan ekonomi koperasi, dan penguatan riset akademis, PT Vale optimis mampu menciptakan warisan lingkungan yang terjaga sekaligus masyarakat yang mandiri pasca-tambang.