Buka Isolasi Wilayah, Polri Resmikan Jembatan “Dhira Brata” untuk Ribuan KK di Kolaka dan Koltim

oleh -96 Dilihat

Kolaka, Berikabar.co  – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan 17 jembatan perintis di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara. Peresmian ini menandai langkah nyata Polri dalam mengimplementasikan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Dua jembatan utama yang diresmikan diberi nama “Dhira Brata”, berlokasi di Desa Sabilambo (Kabupaten Kolaka) dan Desa Silui (Kabupaten Kolaka Timur). Infrastruktur ini diproyeksikan melayani lebih dari 1.200 Kepala Keluarga (KK) serta menghubungkan sembilan desa yang selama ini membutuhkan akses transportasi lebih memadai.

Wujud Kehadiran Negara Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan aksesibilitas, terutama di daerah dengan tingkat kerawanan atau tantangan geografis tertentu.

“Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujar Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Pembangunan dilaksanakan dengan semangat gotong royong antara Polri dan masyarakat, serta melibatkan konsultasi konstruksi profesional untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan infrastruktur dalam jangka panjang.

Spesifikasi Jembatan “Dhira Brata” Jembatan Dhira Brata 1 di Desa Sabilambo dibangun dengan model jembatan gantung asimetris sepanjang 30 meter untuk lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara itu, Jembatan Dhira Brata 2 di Desa Silui memiliki lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Silui dengan Desa Konawendepiha serta delapan desa lainnya di Kolaka Timur.

Selain dua unit tersebut, terdapat 15 titik jembatan lainnya yang telah dipetakan dan dikerjakan oleh jajaran Polres di Sulawesi Tenggara, meliputi wilayah Konsel, Butur, Bombana, Konut, Kolut, Muna, Koltim, Konawe, Buteng, hingga Buton.

BACA JUGA :  Kolaborasi PLN dan Stakeholders Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-25 BUMN Tembus 4.000 Peserta di Buton dan Muna Barat

Infrastruktur yang Tangguh dan Adaptif Wakapolri menambahkan bahwa proyek ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk membangun infrastruktur yang tangguh dan adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia yang unik.

“Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki karakter geografis yang penuh potensi sekaligus risiko bencana. Oleh karena itu, kita harus membangun infrastruktur yang tangguh dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,” tegas Wakapolri.

Melalui peresmian ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pelosok Sulawesi Tenggara.