Gubernur ASR Siapkan 100 Tenan Gratis untuk UMKM di Puncak Perayaan HUT Sultra ke-62

oleh -74 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-62 di kawasan eks MTQ Kendari kian intensif. Guna memastikan kelancaran persiapan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra saat ini tengah memberlakukan kebijakan sterilisasi sementara di area utama tersebut untuk mendukung penataan kawasan dan arus logistik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir, menjelaskan bahwa selama masa sterilisasi ini, seluruh aktivitas perdagangan di dalam area venue dihentikan untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan agar proses pembersihan dan pembenahan kawasan berjalan optimal tanpa hambatan.

“Tidak boleh lagi ada yang masuk sembarangan, termasuk berjualan. Kita fokus dulu pada arus logistik yang masuk dan pembenahan kawasan,” ujar Andi Syahrir saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Andi Syahrir menegaskan bahwa penataan ini hanya bersifat sementara, dengan estimasi waktu satu hingga dua hari kedepan. Setelah seluruh tahapan persiapan rampung, para pelaku UMKM akan kembali dipersilakan beraktivitas dengan pengaturan yang lebih terorganisir.

“Setelah penataan rampung, sebelum pembukaan, teman-teman UMKM akan kembali diberi ruang untuk berjualan, tetapi dengan pengaturan yang lebih tertib,” jelasnya.

Lanjutnya, Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) telah menyediakan 100 tenan resmi sebagai bentuk pemberdayaan bagi pelaku UMKM. Karena tingginya minat, proses seleksi dilakukan secara ketat dengan melibatkan Disperindag dan Dinas Pariwisata.

“Dari 100 tenan itu, tentu tidak semua UMKM bisa masuk. Ada proses seleksi agar yang terlibat benar-benar siap dari sisi produk dan pelayanan,” tambahnya.

Bagi pedagang yang tidak lolos seleksi tenan utama, pemerintah tetap berupaya menyiapkan lokasi alternatif meski dengan kapasitas yang terbatas. Penataan ini dianggap krusial mengingat lonjakan pedagang baru yang biasanya muncul saat perayaan hari besar daerah.

BACA JUGA :  Perkuat Sinergi TNI-Industri, Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa

Andi Syahrir pun meminta agar kebijakan ini tidak disalahartikan oleh publik. Upaya penataan ini murni dilakukan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua pihak.

“Jangan disalahartikan, ini bukan untuk mematikan UMKM. Kita justru ingin menertibkan dan tetap memberikan ruang bagi mereka,” pungkasnya.