Sekda Sultra Tegaskan STQH Belum Punya Maskot Resmi, Apresiasi Atensi Publik Jaga Simbol Religius

oleh -239 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Terkait isu penggunaan maskot Anoa yang memegang kitab suci dalam persiapan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-28 di Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian masyarakat.

Sekda Sultra, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sultra, mengakui bahwa simbol-simbol religius memerlukan kehati-hatian dalam penampilan.

Asrun Lio menjelaskan bahwa persiapan momen nasional ini telah melibatkan rapat intensif dengan Kementerian Agama RI pada Juli 2025, yang membahas secara komprehensif berbagai aspek logistik seperti akomodasi, transportasi, keamanan, dan fasilitas pendukung.

Sekda Sultra menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, hanya logo STQH yang dibahas dan diluncurkan, sementara isu maskot tidak termasuk dalam agenda resmi. Meskipun demikian, ia telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama pihak event organizer untuk menarik penggunaan maskot yang menjadi polemik tersebut.

Terlepas dari langkah-langkah korektif yang telah dilakukan, Sekda Sultra, Asrun Lio, merespons dinamika ini dengan penuh penghargaan terhadap publik.

“Kami berterima kasih atas atensi dan kepedulian masyarakat. Ini menunjukkan bahwa STQH memang menjadi milik bersama, dan partisipasi masyarakat sangat penting bagi kesuksesan penyelenggaraannya,” ujar Asrun Lio, Selasa (7/10/2025).

Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa hingga saat ini, Pemprov Sultra belum pernah meresmikan atau meluncurkan maskot apa pun untuk STQH Nasional ke-28. Identitas visual resmi yang berlaku saat ini adalah logo yang telah disepakati bersama pemerintah pusat.

Fokus pada Sukses Penyelenggaraan

Asrun Lio mengajak semua pihak untuk menjaga semangat kebersamaan, saling menghargai, dan kembali fokus pada tujuan utama STQH: sebagai ajang syiar Islam, mempererat persaudaraan, dan mengenalkan potensi Sultra ke seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  Dinas Pendidikan Sultra Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Garuda di Konawe Selatan

STQH Nasional ke-28 dijadwalkan berlangsung dari tanggal 11 hingga 19 Oktober 2025 di Kota Kendari, dengan peserta dari 38 provinsi.

Pemerintah Provinsi Sultra berharap seluruh masyarakat dapat menjadi tuan rumah yang baik, menciptakan suasana yang damai, religius, dan membanggakan bagi daerah dan bangsa.