SDN Rante Angin Belajar Konservasi di Taman Kehati PT Vale: Siswa Lihat Langsung Reklamasi Pasca Tambang

oleh -214 Dilihat

Sorowako, Berikabar.co – Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, berperan aktif mendukung penguatan sektor pendidikan melalui pembelajaran kontekstual.

Sebagai wujud penerapan ilmu di lapangan, sekolah-sekolah di Luwu Timur kini menjadikan area Perseroan sebagai lokasi belajar mengenai lingkungan dan pertambangan berkelanjutan.

Salah satu yang terbaru adalah kunjungan dari SDN 279 Rante Angin ke Taman Kehati Sawerigading Wallacea pada Sabtu (3/10/2025). Dalam kegiatan ini, sebanyak 42 siswa dan 10 guru belajar langsung cara mengelola lingkungan yang lestari.

Kepala SDN 279 Rante Angin, Sungi, mengungkapkan kekagumannya selama perjalanan dari seberang Danau Towuti hingga ke pusat pembibitan PT Vale. Ia merasa area tersebut tidak seperti berada di wilayah pertambangan.

“Kami ingin anak-anak belajar bagaimana perusahaan mengelola lingkungan, hal ini yang akan dibawa kembali ke sekolah dan desa untuk dikembangkan. Anak-anak perlu belajar cara mencintai lingkungan sejak dini,” katanya.

Rasa penasaran siswa dijawab dengan praktik langsung. Mereka belajar memilah dan membuang tiga jenis sampah (organik, anorganik, dan residu) di tempat yang tepat.

Praktik Stek Pohon dan Pengetahuan Flora Fauna

Khusus di area pengelolaan tanaman, siswa diajak melihat dan mencoba teknik stek pohon. Mereka mempraktikkan cara memangkas daun dan batang untuk memperbanyak bibit tanpa harus selalu memulai dari biji. Metode stek ini diharapkan dapat diterapkan untuk menambah jumlah tanaman di sekolah mereka.

Sepanjang kunjungan, siswa juga diajarkan nama-nama flora dan fauna lokal serta endemik yang dirawat di pusat pembibitan.

Abkar, Supervisor Nursery & Rehabilitation PT Vale, menjelaskan peran penting pusat pembibitan dalam siklus pertambangan.

BACA JUGA :  BI Sultra Mudahkan Registrasi QRIS Bagi UMKM

“Dalam siklus pertambangan, PT Vale menerapkan reklamasi yaitu penanaman kembali setelah masa penambangan. Contohnya, pusat pembibitan ini dulunya area tambang namun sekarang sudah kembali hijau,” jelas Abkar.

Kunjungan semakin meriah dengan kuis tentang flora dan fauna serta saat siswa diajak mengunjungi Penangkaran Rusa Timor dan Museum Tambang.

Adit, siswa kelas 6 SDN 279 Rante Angin, berbagi kesan positifnya. “Saya senang belajar di sini, ada banyak tanaman, hewan dan alat-alat berat yang bisa diliat langsung,” ucapnya.

Komitmen Transparansi dan Keberlanjutan

Direktur Eksternal Relations, Endra Kusuma, menegaskan bahwa kunjungan ini sejalan dengan tujuan perusahaan membangun Taman Kehati sebagai sarana belajar publik.

“Kami ingin ada sarana belajar untuk publik terkait pengelolaan lingkungan. Di sini, masyarakat bisa melihat bagaimana komitmen perusahaan melakukan pertambangan berkelanjutan,” ujarnya.

Perusahaan berharap kunjungan siswa ke area pasca tambang menegaskan komitmen transparansi dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap lingkungan.

“Seeing is Believing, melihat tentunya akan percaya. Hadirnya para siswa di Taman Kehati diharapkan semakin menambah wawasan mereka jika perusahaan tambang dapat mengembangkan keberlanjutan lingkungan dengan baik,” pungkasnya.

PT Vale telah beroperasi selama 57 tahun di Sorowako dan berhasil menjaga kebersihan Danau Matano sesuai baku mutu lingkungan, serta melakukan pemantauan air limpasan tambang selama 24 jam bekerja sama dengan KLH dan BRIN.