Kendari, Berikabar.co – Kalla Toyota terus melakukan berbagai strategi khusus untuk bisa terus eksis. General Manager Marketing Kalla Toyota, Suliadin, mengatakan bahwa kali ini pihaknya mengangat tema promosi “BahAGYA bersama CALYAn” merupakan tagline khusus yang diusung untuk memperkuat posisi dua model Low Cost Green Car (LCGC) andalannya, Toyota Agya dan Toyota Calya. Strategi ini berfokus pada segmentasi pasar yang spesifik di wilayah Sulawesi pada umumnya dan khususnya untuk wilayah Sultra.
Dikatakan Suliadin bahwa Toyota Agya, ditargetkan bagi anak muda, mahasiswa, atau bahkan keluarga muda. Sementara itu, Toyota Calya lebih diarahkan kepada keluarga kecil yang membutuhkan ruang lebih.
“Calya sangat pas untuk keluarga yang menginginkan kapasitas lebih besar. Selain untuk kebutuhan pribadi, unit ini pun dapat pula digunakan untuk usaha,” ungkap Suliadin.
Kontribusi Signifikan di Penjualan Kalla Toyota
Efektivitas strategi ini tercermin dari kontribusi penjualan kedua model tersebut. Suliadin menyebutkan bahwa Calya menjadi penyumbang terbesar di segmen LCGC.
“Kontribusi Toyota Calya mencapai 20% dari total penjualan Kalla Toyota. Sementara itu, untuk Agya, kontribusinya berada di kisaran 10%. Kedua model ini merupakan dua dari lima besar model yang dominan dalam penjualan Kalla Toyota,” jelasnya.
Fokus pada DP Rendah dan Harga Jual Tinggi
Menanggapi kebutuhan konsumen di lapangan, Suliadin mengakui bahwa fleksibilitas pembiayaan menjadi kunci. “Untuk Agya & Calya, masyarakat membutuhkan DP Rendah atau Cicilan Ringan. Hal tersebut yang dibutuhkan penyesuaian dengan kondisi di lapangan sesuai dengan kapasitas customer kami,” ujarnya.
Ia juga menekankan nilai lebih dari Toyota Agya dan Calya, yaitu harga yang sangat terjangkau, jaminan harga jual kembali (resale value) yang dijamin tinggi, serta fitur yang memadai untuk memberikan kenyamanan.
“Karena, Toyota selalu hadir dengan kualitas yang teruji. Selain itu pelayanan yang diberikan kepada pelanggan pun tidak berbeda mau untuk setiap jenis mobil Toyota nya,” tambahnya.
Proyeksi Eksistensi 3-5 Tahun ke Depan
Melihat infrastruktur dan karakter masyarakat di Sulawesi, Suliadin optimis dengan prospek kedua model ini di masa mendatang. “Kami memprediksikan Agya dan Calya bisa tetap eksis selama tiga hingga lima tahun ke depan karena sangat menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Ikhsan salah seorang pengguna Toyota menilai bahwa Toyota Agya sebagai salah satu kendaraan yang masuk dalam segmen LCGC masih sangat pantas direkomendasikan ke pengguna lain yang memang berminat untuk membeli kendaraan roda empat segmen LCGC namun memiliki kualitas yang tidak kaleng-kaleng.
“Kalau dari segi harga, ini New Agya terbaru masih masuk dalam harga LCGC, tidak seperti merk saingannya yang harganya sudah tidak cocok untuk sebuah mobil LCGC,” tukasnya.
Dengan beberapa pertimbangan tersebut, sebagai pengguna sejak tahun 2018, ia tentu akan merekomendasikan Toyota Agya kepada rekan hingga kerabatnya. “Sudah pasti saya rekomendasikan ke orang lain untuk segera miliki Agya terbaru karena menang model dan iritnya itu serasa pakai motor, terlalu irit untuk sebuah mobil,” katanya.
Selama menggunakan Agya, ia mengaku hanya menghabiskan 400 ribu per bulan untuk pengisian bahan bakarnya dan itu sudah ia gunakan untuk menunjang pekerjaannya. “Satu bulan biasa saya hanya isi 400 ribu, itu pun sudah keliling Kota Kendari,” pungkasnya.





