PT Vale dan Pemda Luwu Timur Sinergi Tuntaskan Pemulihan Pasca-Insiden Pipa Towuti

oleh -223 Dilihat

Towuti, Berikabar.co — Sejak awal insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, PT Vale Indonesia Tbk (bagian dari MIND ID) berkomitmen penuh terhadap prinsip transparansi, tanggung jawab lingkungan, dan pemulihan sosial. Komitmen ini diwujudkan melalui sosialisasi dan dialog interaktif berkala, yang bertujuan memulihkan kepercayaan dan menemukan solusi bersama dengan masyarakat terdampak.

Upaya komunikasi konstruktif ini kembali diperkuat pada 27 Oktober 2025. PT Vale melaksanakan dialog terbuka yang dimediasi langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam pertemuan ini, perusahaan menegaskan kembali tanggung jawabnya, mulai dari upaya pembersihan lingkungan yang tuntas hingga mekanisme penyaluran biaya penanganan dampak kepada masyarakat.

Budiawansyah, Director / Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses pemulihan ini.

“Komitmen kami adalah memastikan agar penanganan sisa-sisa minyak berjalan sesuai harapan, lingkungan kembali bersih seperti semula, serta masyarakat mendapatkan haknya secara adil dan dapat dipertanggungjawabkan. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah adalah kunci untuk memastikan agar semua proses bisa segera rampung,” ujar Budiawansyah, usai dialog yang berlangsung di Taman Antar Bangsa, Senin (27/10/2025).

Lewat kolaborasi erat ini, PT Vale dan Pemda Luwu Timur telah membentuk tim gabungan dinas teknis Pemkab untuk melakukan asesmen lapangan. Penilaian ini mengklasifikasikan dampak insiden secara rinci berdasarkan kategori: sawah, kebun, empang, ternak unggas, ternak besar, nelayan, hingga sumur air, dengan tingkat keparahan yang diukur dari rendah, sedang, hingga tinggi. Klasifikasi detail inilah yang menjadi dasar perancangan mekanisme kompensasi yang proporsional dan adil bagi setiap warga terdampak.

BACA JUGA :  Gandeng Polsek Somba Opu, Astra Motor Sulawesi Selatan Tanamkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini di Gowa

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turut menegaskan bahwa skema penyaluran biaya penanganan dampak harus diproses secara adil, sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Mekanisme dalam proses pembayaran melalui beberapa tahapan; satu rupiah yang keluar harus bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan. Pada pertemuan hari ini PT Vale sudah memberikan jawaban-jawaban untuk kita semua,” katanya.

Pertanyaan mengenai dampak mata pencaharian sempat muncul. Seorang petani penggarap di Desa Timampu, Iswanto, menyampaikan keresahan, “Karena peristiwa ini aktivitas kami berhenti, lalu kemana kami mencari penghidupan?” Menanggapi hal tersebut, Budiawansyah meyakinkan bahwa perusahaan sepenuhnya memahami situasi yang dihadapi. Ia menjanjikan bahwa berbagai upaya tengah dilakukan untuk menghasilkan solusi terbaik yang berlandaskan prinsip adil dan proporsional.

Komitmen pemulihan PT Vale bukan sekadar jangka pendek. Hasil uji lingkungan, termasuk kualitas air dan tanah, telah menunjukkan bahwa kondisi berada di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Proses penyaluran biaya penanganan dampak akan terus dilanjutkan hingga seluruh individu terdampak memperoleh haknya.

PT Vale menekankan bahwa pemulihan lingkungan, termasuk kawasan konservasi Danau Towuti, serta aspek sosial masyarakat, dijalankan melalui pendekatan ilmiah, transparan, dan partisipatif. Perseroan juga memastikan seluruh proses pemulihan berjalan di bawah prinsip Good Corporate Governance (GCG), dan terbuka untuk audit independen, verifikasi publik, serta dialog konstruktif dengan semua pemangku kepentingan.

“Dengan keterbukaan data dan niat baik dari semua pihak, kami percaya pemulihan Towuti bisa menjadi contoh kolaborasi yang membangun, bukan perdebatan yang memecah,” tutup Budiawansyah, memperkuat visi perusahaan untuk memimpin pertambangan yang berkelanjutan dan etis di Indonesia.