Kolaka, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan pembangunan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa tidak hanya berorientasi pada kemajuan industri nikel nasional, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan, perlindungan lingkungan, kepatuhan hukum, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Komitmen tersebut disampaikan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, dalam kunjungan kerja Komisaris MIND ID sekaligus Astamaops Kapolri Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin ke kawasan proyek PT Vale di Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara MIND ID, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri, Kejaksaan, serta para pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Pomalaa berjalan aman dan berkelanjutan.
Budiawansyah menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kepercayaan publik dan menghadirkan manfaat bagi daerah.
“Bagi PT Vale, keberhasilan IGP Pomalaa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik proyek, tetapi juga dari kemampuan kami menjaga kepercayaan masyarakat, mematuhi regulasi, dan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi daerah. Kami percaya, hilirisasi yang kuat harus berjalan bersama tata kelola yang baik, dialog yang terbuka, serta perlindungan terhadap lingkungan dan hak masyarakat,” ujar Budiawansyah.
Menurutnya, pendekatan pembangunan IGP Pomalaa mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola sehingga pertumbuhan industri dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat, peluang usaha lokal, dan kesejahteraan yang inklusif.
Sementara itu, Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, memastikan pembangunan fasilitas HPAL Pomalaa terus berjalan dengan mengutamakan keselamatan kerja, kualitas konstruksi, serta disiplin pelaksanaan proyek.
“IGP Pomalaa adalah proyek strategis dengan skala besar dan tingkat kompleksitas tinggi. Karena itu, setiap tahapan pembangunan kami jalankan secara disiplin, terukur, dan mengutamakan keselamatan. Kolaborasi bersama KNI, IPIP, Huayou, Ford, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar proyek ini dapat memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia dan masyarakat Kolaka,” kata Muhammad Asril.
PT Vale menegaskan seluruh tahapan pembangunan IGP Pomalaa akan terus mengacu pada praktik pertambangan yang baik, standar keselamatan kerja, tata kelola lingkungan, kepatuhan terhadap perizinan, serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dengan dukungan MIND ID dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, proyek tersebut diharapkan menjadi model pengembangan hilirisasi nikel berkelanjutan yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.





