Kendari, Berikabar.co – Kementerian Agama Republik Indonesia terus berupaya mewujudkan program Asta Protas Kemenag, yang salah satunya menyangkut Ekoteologi. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor SE 27 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Gerakan Kementerian Agama Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah (ASRI).
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhamad Saleh, saat memimpin Zikir dan Doa bersama pada Kamis (11/9/2025). Acara ini dipusatkan di Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra.
Zikir dan Doa bersama diikuti oleh segenap pejabat administrator dan ASN Kanwil Kemenag Sultra secara luring. Selain itu, hadir juga ASN pada 17 Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, KUA, Penyuluh Agama Islam, Madrasah, Guru PAI, dan Pondok Pesantren se-Sultra secara daring.
Berdasarkan surat edaran, Saleh menjelaskan bahwa Gerakan Kemenag ASRI dilakukan sebagai upaya untuk mendorong terciptanya lingkungan kerja yang hijau, nyaman, dan produktif di seluruh satuan kerja Kementerian Agama.
Saleh menambahkan, krisis lingkungan hidup yang semakin nyata dihadapi umat manusia saat ini bukan hanya persoalan ekologis semata, tetapi juga aspek moral dan spiritual. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden RI dan menjalankan Asta Protas Menteri Agama RI, dikembangkanlah gagasan Ekoteologi. Gagasan ini merupakan pendekatan integratif yang memadukan nilai-nilai ajaran agama dengan kesadaran ekologis.
“Kemenag Sultra siap mendukung, mensosialisasikan dan mengimplementasikan Program Ekoteologi melalui Kementerian Agama ASRI, agar berjalan secara efektif, kolektif dan berkelanjutan,” pungkas Saleh.
Di Kemenag Sultra sendiri, program Ekoteologi sudah mulai diimplementasikan, baik di lingkungan Kanwil maupun satuan kerja Kemenag Kabupaten/Kota se-Sultra hingga rumah-rumah ibadah. Program-program tersebut di antaranya adalah penanaman bibit pohon matoa dan pohon buah-buahan, serta program Go Green Madrasah.





