Polda Sultra dan Media Sinergi Bahas Isu Kamtibmas, dari Balap Liar hingga Pencabulan

oleh -233 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan  “Jumat Curhat” dengan wartawan di sebuah kedai kopi di Kendari, Jumat (12/9/2025). Dalam pertemuan tersebut, para jurnalis menyampaikan beragam masalah dan keluhan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut beragam isu dibahas mulai dari maraknya balap liar, usulan untuk mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling) dan pos lalu lintas (pos lantas), parkir liar hingga penggunaan knalpot bising.

Komisaris Polisi (Kompol) Sulistiyono, yang mewakili Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sultra, mengapresiasi masukan tersebut. “Informasi dari teman-teman media sangat bermanfaat. Kami akan memaksimalkan pengawasan dan berkolaborasi dengan satuan kerja lain untuk mengatasinya,” ujar Sulistiyono.

Ia juga menyatakan akan meningkatkan patroli untuk menekan aksi balap liar dan akan meneruskan usulan pengaktifan kembali Pos Lantas kepada Dirlantas Polda Sultra dan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kendari. Pos Lantas ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi cepat tanggap di lapangan.

Tren Kasus Kriminal yang Paling Sering Terjadi

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadir Reskrimum) Polda Sultra, AKBP Mulkaifin, memaparkan jenis kasus yang paling sering ditangani Polda Sultra dari tahun 2024 hingga 2025. Kasus yang paling menonjol adalah penganiayaan, baik ringan maupun berat.

Selain itu, kasus pencurian, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencabulan juga mendominasi. Mulkaifin menjelaskan bahwa dalam kasus pencabulan, modus operandi yang paling sering terjadi adalah hubungan pacaran yang melibatkan anak di bawah umur sebagai pelaku atau korban. “Baik sebagai pelaku maupun korban banyak anak di bawah umur,” kata Mulkaifin.

Ia menambahkan, kasus lain yang sering ditangani adalah tindak pidana narkoba.”Secara kuantitatif, itulah beberapa jenis tindak pidana yang dominan terjadi di wilayah hukum Polda Sultra,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Survei LSI Denny JA: ASR Catat Elektabilitas Tertinggi Cagub Sultra