Papua Jadi Fokus OJK dalam Edukasi Pasar Modal dan Keuangan Syariah

oleh -306 Dilihat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas literasi dan inklusi pasar modal ke wilayah timur Indonesia melalui penyelenggaraan Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 di Jayapura, Papua pada 26–27 Mei 2025. Acara ini bertujuan untuk memberikan akses pasar modal yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua.

Kegiatan SEPMT 2025 merupakan hasil kolaborasi antara OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO), yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Papua dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Rangkaian acara ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang bersifat interaktif dan aplikatif guna meningkatkan pemahaman serta mendorong pemanfaatan akses pasar modal secara optimal oleh masyarakat Papua.

Universitas Yapis Papua menjadi lokasi utama pelaksanaan kegiatan SEPMT melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah yang dihadiri langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi. Dalam kesempatan tersebut, Inarno menyampaikan bahwa investasi di pasar modal syariah merupakan salah satu pilihan strategis untuk melindungi nilai aset dari dampak inflasi dan memperoleh potensi keuntungan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Ia juga menambahkan bahwa produk pasar modal syariah sangat fleksibel, likuid, mudah dijangkau, dan relevan dengan perkembangan teknologi finansial serta digitalisasi di sektor keuangan.

Lebih lanjut, Inarno memaparkan tren positif perkembangan pasar modal syariah di Indonesia. Hingga 15 Mei 2025, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat tumbuh sebesar 2,62 persen secara year-to-date (ytd) dan 3,29 persen secara year-on-year (yoy), dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp7.100,61 triliun. Sementara itu, dana kelolaan reksa dana syariah telah mencapai Rp57,72 triliun (tumbuh 14,18 persen ytd), sukuk korporasi mencapai Rp62,97 triliun (tumbuh 13,93 persen ytd), dan sukuk negara mencapai Rp1.704,34 triliun (tumbuh 4,71 persen ytd).papuaterbit.id

BACA JUGA :  Sultra Maimo 2025: Sinergi UMKM, Syariah, dan Digitalisasi untuk Ekonomi Daerah

Rektor Universitas Yapis Papua, Didik S. S. Mabui, menyambut baik kegiatan ini dan menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan, khususnya investasi berbasis syariah, sejak dini di kalangan generasi muda. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai awal untuk memperluas wawasan, membangun kesadaran, dan mengembangkan generasi muda agar mengenal keuangan syariah, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.

Sebagai bagian dari SEPMT, OJK juga menggelar sesi “Sosialisasi Alternatif Pendanaan Perusahaan melalui Pasar Modal” pada Senin, 26 Mei 2025. Acara yang dihadiri oleh ratusan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) setempat ini menghadirkan Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK, Eddy Manindo Harahap. Dalam kesempatan tersebut, Eddy menjelaskan langkah-langkah konkret yang dapat ditempuh pelaku usaha untuk mengakses pendanaan melalui pasar modal. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha UKM secara berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif.

Untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya investasi yang bijak, SEPMT juga menampilkan talkshow interaktif bertajuk “Melek Keuangan: Strategi Investasi Cerdas dan Menghindari Investasi Ilegal”, yang disiarkan langsung oleh TVRI Papua. Acara ini menghadirkan narasumber dari OJK dan BEI Kantor Perwakilan Papua, yang membahas secara mendalam pentingnya berinvestasi serta kiat menjadi investor cerdas yang tidak mudah terjebak investasi ilegal.papuaterbit.id

Hadirnya SEPMT 2025 di Papua menegaskan tekad OJK untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat di Indonesia memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses dan memanfaatkan produk pasar modal. OJK menargetkan peningkatan signifikan jumlah investor ritel serta tumbuhnya minat calon emiten dari wilayah timur Indonesia, sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat perekonomian melalui pasar modal.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Dampingi Menteri PU: Sinyal Kuat Terealisasinya Jembatan Buton-Muna dan Pemanfaatan Aspal Lokal