OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

oleh -394 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co –  Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Maret 2025, stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia dinilai tetap terjaga meskipun terdapat peningkatan dinamika perekonomian global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa perekonomian global menunjukkan kecenderungan divergen. Data ekonomi Amerika Serikat (AS) berada di bawah ekspektasi, sementara Eropa dan Tiongkok menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Volatilitas pasar tetap tinggi akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi dan meningkatnya risiko geopolitik.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 direvisi oleh OECD menjadi 3,1 persen, dan 3 persen pada tahun 2026. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya hambatan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan yang membebani investasi dan pengeluaran rumah tangga.

Perekonomian Indonesia juga mengalami revisi proyeksi pertumbuhannya oleh OECD, yang menurunkan estimasi dari 5,2 persen menjadi 4,9 persen pada tahun 2025. Meskipun demikian, penurunan ini masih sejalan dengan negara-negara berkembang lainnya dalam kelompok G20.

Di sisi lain, perekonomian AS menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan PDB triwulan IV 2024 tercatat sebesar 2,4 persen kuartalan. Namun, pada triwulan I 2025, proyeksi menunjukkan potensi kontraksi. Aktivitas ekonomi cenderung melambat, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,2 persen. The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan tingkat suku bunga dan diperkirakan hanya akan memangkas Fed Fund Rate (FFR) satu hingga dua kali pada tahun 2025.

Di Tiongkok, pemerintah meluncurkan stimulus untuk mendorong konsumsi. Indikasi perbaikan permintaan terlihat dari peningkatan penjualan ritel, penjualan kendaraan, dan harga rumah baru, meskipun masih berada di zona kontraksi.

Di Indonesia, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional pada Maret 2025 tercatat sebesar 1,03 persen secara tahunan (year-on-year). Inflasi inti pada Februari 2025 tercatat sebesar 2,48 persen, menunjukkan bahwa permintaan domestik masih cukup baik, meskipun beberapa indikator menunjukkan moderasi.

BACA JUGA :  PLN Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Baubau Dengan Budi Daya Lobster

Kinerja perekonomian nasional juga didukung oleh penilaian positif dari lembaga pemeringkat internasional. Moody’s Investors Service mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 dengan outlook stabil, sementara Fitch Ratings juga mempertahankan rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Hal ini mencerminkan keyakinan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kebijakan yang diambil untuk menjaga ketahanan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global .

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan dari dinamika perekonomian global, sektor jasa keuangan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik, didukung oleh kebijakan ekonomi yang stabil dan fundamental ekonomi yang solid.