Jambore Tangguh Bencana Sultra 2025: Sinergi dan Kolaborasi Meningkatkan Kesiapsiagaan

oleh -485 Dilihat

Koltim, Berikabar.co – Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa persiapan untuk Jambore Tangguh Bencana 2025 telah dimulai melalui beberapa kali rapat koordinasi. “Rapat pertama membahas tentang persiapan jambore ini, diikuti dengan rapat ketiga yang dilaksanakan di ruang Sekda, serta rapat terakhir di ruang pola. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pihak dalam bentuk kolaborasi yang erat,” katanya Jumat (7/3/2025).

Jambore Tangguh Bencana ini akan mencakup berbagai kegiatan, termasuk simulasi, pelatihan sekolah tangguh bencana, serta rapat koordinasi untuk membentuk jaringan relawan, yang dikenal dengan sebutan JW Forsat. Selain itu, akan ada juga apel siaga sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya dijadwalkan pada 26 April 2025. Namun, karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Sulawesi Tenggara, maka jadwal tersebut dimajukan menjadi 19 hingga 21 April 2025. “Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional, yang sekaligus bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana,” ujarnya.

Selama lima tahun terakhir, kondisi lingkungan di Sulawesi Tenggara semakin memburuk, meningkatkan risiko bencana. “Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana dan meningkatkan koordinasi antar sektor dalam penanganan bencana,” tandasnya. Ditekankannya pentingnya sinergi antar pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, sektor usaha, media massa, dan masyarakat untuk memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana.

“Frekuensi dan risiko bencana di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kolaka Timur (Koltim), mengalami peningkatan yang signifikan. Kejadian bencana tersebut sering kali menimbulkan kepanikan di masyarakat. Untuk itu, sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Kegiatan Jambore Tangguh Bencana ini bertujuan untuk membangun jejaring relawan yang siap memberikan bantuan di saat bencana terjadi. Tema dari kegiatan ini adalah “Sinergi dan Kolaborasi Membangun Ketangguhan Bersama untuk Sulawesi Tenggara yang Siaga Bencana.”

BACA JUGA :  Tingkatkan Sinergi dan Prestasi Masyarakat Morowali, PT Vale Hadirkan Vale Cup 2024

Diharapkan seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dapat mengirimkan Kepala Pelaksana BPBD dan perangkat terkait, serta anggota Tagana, relawan kebencanaan, komunitas PRB, dunia usaha, media massa lokal dan nasional untuk hadir dalam kegiatan ini. Selain itu, TNI, Polri, Basarnas, dan Tim SAR juga akan berpartisipasi, dengan TNI diharapkan memimpin simulasi penanggulangan bencana.

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam tiga hari. Hari pertama akan dimulai dengan workshop tentang peran media dalam penanggulangan bencana, serta latihan pembentukan JW Korsa dan team building, yang diikuti dengan diskusi panel bersama BPBD, BMKG, TNI, dan Polri. Pada hari kedua, akan dilaksanakan simulasi penanganan bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami, operasi SAR, manajemen pengungsian, logistik, dan komunikasi darurat. Hari ketiga akan diakhiri dengan apel siaga dan rapat koordinasi untuk evaluasi.

“Koltim dipilih sebagai lokasi pelaksanaan jambore ini karena merupakan wilayah yang rawan bencana. Bupati Koltim telah menyatakan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dalam kegiatan ini juga akan ada penyerahan bantuan untuk korban gempa yang diserahkan oleh PUPR,” bebernya.

Sekda Sultra, Asrun Lio berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, dan peran aktif media dalam menyampaikan informasi sangat penting untuk kesuksesan kegiatan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat Sulawesi Tenggara dalam menghadapi bencana.

“Persiapan kegiatan ini, termasuk penjadwalan, pendanaan, dan koordinasi antara berbagai pihak, akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran acara yang sangat penting bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.