Kolaka, Berikabar.co – Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 merupakan salah satu program unggulan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program ini salah satu lokomotif penggerak kebangkitan ekonomi dan pariwisata di Indonesia pasca pandemi. Untuk ketiga kalinya dengan mengangkat tema “Pariwisata berkelas dunia untuk Indonesia bangkit.” Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat.”
Sebagai salah satu desa yang turut ikut dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 Kemenparekraf RI, telah mengembangkan beberapa objek wisata dan program wisata seperti: Paket wisata Living Life, Paket wisata Camping yang terbagi ke dalam 3 tempat yaitu camping di puncak, sungai, atau pantai.
Desa wisata Sani-Sani, selain memiliki potensi alam pedesaan, terdapat juga kesenian tradisional yang memberikan pengalaman belajar menari atau melakukan kegiatan sanggar lainnya, yaitu kerajinan dari limbah minuman plastik, kerajinan bambu ataupun membuat mebel dari bambu dan kayu.
“MOMAHE FOR THE WORLD” adalah brand Desa Wisata Sani – Sani, Momahe dalam bahasa lokal mekongga tolaki artinya adalah “Cantik”, jadi memiliki arti “Kecantikan untuk dunia”, tapi MOMAHE ini juga merupakan akronim dalam bahasa inggris yaitu; MO = Move, MA = Make, HE = Here jadi artinya adalah “Kami bergerak, berbuat dari desa wisata Sani-Sani untuk Dunia”. Ini menjadikan semangat bagi masyarakat desa wisata Sani-Sani untuk bebenah terus bagi desanya.
Desa Wisata Sani-Sani terletak di Kecamatan Samaturu, kurang lebih 26 km dari pusat kota Kolaka, bisa dicapai dengan kendaraan bermotor sekitar 20-30 menit. Kehidupan masyarakat desa adalah petani dan nelayan. Desa ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa seperti pantai, sawah, tambak, kebun cengkeh dan coklat. Suasana pedesaan yang masih asri dan saat berada di puncak perkebunan cengkeh serasa diatas awan. Dengan potensi keadaan alam tersebut pemerintah desa dan masyarakat sepakat untuk menjadikan desa sani-sani sebagai desa wisata, yaitu arah pembangunan desa dan pengembangannya memaksimalkan potensi desa yang ada menjadi objek wisata, tentunya tanpa menghilangkan kearifa lokal dan suasana desanya. Atas upaya dan tekad bersama maka Pemerintah Kabupaten Kolaka menetapkan Desa Sani-Sani Sebagai Desa Wisata dengan SK Bupati Kolaka No.188.45/316/2020 tanggal 16 september 2020.
Beberapa ketegori wisata yang telah berhasil dikembangkan di Desa Sani-Sani sesuai target dari program Desa Wisata 2023 seperti:
1. Alam & Buatan:
– Wisata Alam
● Sawah Lalonggasu, Lasarau, Kapu
● Shaka Beach
● Puncak Indah Kapu 1 & 2
● Pulau Anoa
– Wisata Buatan
● Trail Adventure Puncak Indah Kapu
● Tubbing Rafting Sungai Amburini
– Budaya
● Sanggar Seni Ullelenggapu
2. HOMESTAY & TOILET
Desa Wisata Sani-Sani memiliki 50 Homestay yang langsung dikelola warga dengan fasilitas yang memadai yang kebersihan yang sangat terjaga. Toilet di desa wisata Sani- Sani juga tersedia di berbagai tempat dan tersedia kloset jongkok maupun duduk.
3. SUVENIR
• Kuliner
• Fesyen
• Kriya
4. DIGITAL DAN KREATIF
– Digital
• Facebook: Desa Wisata Sani-Sani
• Instagram: @ wisatasanisani.id
• Twitter: @ desawisata_sanisani
– Kreatif
• Paket Wisata Living Life
• Paket Wisata Seaweed Garden
• Paket Wisata All About Clove
5. KELEMBAGAAN DESA WISATA & CHSE
• Kelembagaan Desa
• CHSE
Terdapat tempat cuci tangan (air mengalir) dan sabun cair, dan Hand Sanitizer di berbagai titik yang disediakan.
Untuk diektahui, Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 sendiri merupakan salah satu program unggulan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Program ini salah satu lokomotif penggerak kebangkitan ekonomi dan pariwisata di Indonesia pasca pandemi. Untuk ketiga kalinya dengan mengangkat tema “Pariwisata berkelas dunia untuk Indonesia bangkit.” Program inidiharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat.”
Tujuan program ini agar menjadi daya bangkit bagi ekonomidesa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensidesa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong terciptanya lapangan kerja dengan community base tourism yang dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomidesa. Dengan kebangkitan ekonomi dari untuk membangun Indonesia. Selain itu, program inidapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf. Setelah sukses di tahun 2021 dengan 1.831 peserta, meningkat tajam di 2022 dengan 3.419 desa wisata, dan di tahun 2023 ini menjadi 4.573 Desa wisata terjaring dari Sabang sampai Merauke.
“Semangat ADWI 2023 ini mengedepankan desa wisata berkelas dunia untuk menggaungkan Indonesia lebih luas lagi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. Saya yakin, ini merupakan program yang tepat sasaran dengan basic komunitas masyarakat yang ada di desa. Saya yakin jika kita bisa beradaptasi, terus berkolaborasi dan berupaya meningkatkan inovasi dari desa wisata, kita bisa membuka lapangan kerja yang luas dan saya pastikan 4,4 juta lapangan kerja dapat tercipta sampai tahun 2024. Dan akhirnya daridesalah kita membangun Indonesia,” kutip pernyataan penuh semangat Mas Menteri, Sandiaga Uno.
Antusiasme ribuan desa wisata tersebut diharapkan mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia kedepannya. Antusiasme ribuan desa wisata tersebut diharapkan mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia kedepannya. Di tahun 2023 ini, Anugerah Desa Wisata Indonesia dengan semangat kolaborasi dan bersinergi Kemenparekraf senantiasa menjalin kerja sama dengan mitra-mitra strategis, salah satunya dengan PLN.
Adapun kategori penilaian ADWI tahun 2023 meliputi sebagai berikut:
1. Daya Tarik Pengunjung (Alam dan Buatan serta Senidan Budaya)
2. Homestay & Toilet
3. Suvenir (Kuliner, Fesyen dan Kriya)
4. Digital dan Kreatif
5. CHSE & Kelembagaan Desa.
Kategori penilaian yang diusung diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan serta berstandar internasional untuk pariwisata Indonesia mendunia.





