Siapkan Masa Depan Sejak Dini, OJK Dorong Budaya Menabung

oleh -61 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat membangun kebiasaan menabung sejak dini sebagai langkah mempersiapkan kebutuhan masa depan, termasuk ketika memasuki usia lanjut dan tidak lagi produktif bekerja.

“Peningkatan literasi keuangan perlu diarahkan pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola pendapatan, mengatur pengeluaran, dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Adi Budiarso usai membuka BIK di Kota Kendari, Sabtu (24/10/2026).

Salah satu langkah yang disarankan adalah menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin untuk tabungan. OJK mendorong masyarakat menargetkan tabungan sebesar 10 persen dari pendapatan. Namun, bagi mereka yang belum mampu mencapai angka tersebut, kebiasaan menabung dapat dimulai dari persentase yang lebih kecil.

“kalau misalnya sudah bekerja nabunglah 10 persen kalau nggak bisa 10 persen, coba  6 persen mulai pokoknya nabung untuk apa untuk hari tua,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan menabung penting dibangun ketika seseorang masih memiliki penghasilan aktif. Dengan menyisihkan pendapatan secara konsisten, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan masa depan sekaligus memiliki cadangan untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga.

Ia juga menyoroti perlunya memperdalam sektor keuangan agar dana masyarakat dapat dikelola dan dimanfaatkan secara produktif. Dalam paparannya, ia menyebut aset pada sektor asuransi dan pensiun di Indonesia masih memiliki ruang untuk ditingkatkan dibandingkan dengan ukuran perekonomian nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keuangan jangka panjang. Selain tabungan, masyarakat perlu memahami pilihan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan finansial, dan profil risikonya.

Namun, keputusan menggunakan produk keuangan harus didasarkan pada pemahaman yang memadai. Masyarakat perlu memeriksa legalitas penyedia layanan, memahami ketentuan produk, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan sebelum mengambil keputusan.

BACA JUGA :  Ditlantas Polda Sultra Hadirkan Informasi Lalu Lintas Aktual Lewat Live Report Bersama RRI Kendari

OJK menilai edukasi keuangan menjadi salah satu fondasi untuk membentuk perilaku finansial yang lebih sehat. Melalui pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mempersiapkan masa depan secara terencana.

Dorongan untuk menabung sejak dini tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keuangan rumah tangga. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pada masa mendatang dengan lebih siap.