Kendari, Berikabar.co – Polsek Ranomeeto Polresta Kendari mengamankan seorang pria yang mengaku sebagai anggota Polri dalam sebuah video live grup di media sosial TikTok yang kemudian viral.
Dari hasil pemeriksaan awal, pria tersebut dipastikan bukan anggota Polri. Yang bersangkutan diketahui merupakan masyarakat biasa yang mengaku sebagai anggota kepolisian dalam siaran langsung di media sosial.
Pria tersebut kini telah diamankan di Polsek Ranomeeto Polresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan terkait video yang beredar. Selain diperiksa, yang bersangkutan juga telah memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa dirinya bukan merupakan anggota Polri.
Kapolsek Ranomeeto Polresta Kendari IPTU Sukirman, S.Si menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, tindakan pria tersebut dilakukan dengan motif untuk menarik perhatian seorang perempuan yang berada dalam grup live di media sosial.
“Motifnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh, adalah untuk menarik perhatian atau memikat hati perempuan yang ada dalam live grup media sosial,” jelasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap seseorang yang mengaku sebagai anggota Polri, terutama apabila identitas dan status yang bersangkutan belum dapat dipastikan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan seseorang yang mengaku sebagai anggota Polri namun menimbulkan kecurigaan atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Polresta Kendari turut mengapresiasi sikap masyarakat yang kritis dan tidak mudah mempercayai informasi maupun pengakuan seseorang yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kepolisian menilai, respons masyarakat yang cepat melaporkan dan melakukan pengecekan menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan identitas maupun nama institusi Polri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.





