Rayakan HUT ke-62, Pemprov Sultra Gelar Operasi Gratis hingga Sunatan Massal bagi Ratusan Warga

oleh -67 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menggelar rangkaian bakti sosial di bidang kesehatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan masyarakat melalui layanan medis gratis yang menjangkau ratusan warga.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sultra menggandeng berbagai mitra strategis dan lembaga kemanusiaan. Untuk penanganan operasi bibir sumbing, pemerintah bekerja sama dengan Yayasan Smile Train. Sementara itu, layanan operasi katarak didukung oleh Kalbe Farma, dan kegiatan sunatan massal mendapatkan dukungan penuh dari Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) melalui program Kapal Kemanusiaan Sultra.

Hingga saat ini, progres pelaksanaan kegiatan menunjukkan capaian dan antusiasme yang signifikan dari masyarakat. Tercatat untuk operasi katarak, sebanyak 32 peserta telah menjalani tindakan dari total kuota 50 orang yang disediakan. Saat ini jumlah pendaftar telah mencapai 40 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah sebelum masa registrasi ditutup.

Pada sektor layanan sunatan massal, tercatat sebanyak 147 peserta telah terdaftar dari kuota yang disiapkan sebanyak 250 orang. Tingginya angka pendaftar ini menjadi indikator kuat bahwa program layanan kesehatan gratis tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Adapun untuk operasi bibir sumbing, pihak panitia menyediakan kuota sebanyak 30 orang yang seluruhnya akan difasilitasi melalui kemitraan dengan Yayasan Smile Train.

Rangkaian bakti sosial ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan dalam memperingati hari jadi provinsi, tetapi juga memberikan dampak kesehatan jangka panjang dan meringankan beban ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara yang membutuhkan penanganan medis khusus.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Kukuhkan Paskibraka 2025, Pesan Jaga Kehormatan Tugas Negara