PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pencegahan HIV/AIDS, Jaga Kesehatan dan Hak Pekerja

oleh -90 Dilihat

Pomalaa, Berikabar.co  – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di wilayah operasional Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, inklusif, dan bebas stigma maupun diskriminasi.

Sebagai bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale menjalankan program kesehatan kerja melalui pendekatan terpadu yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Senior Manager HSOR IGP Pomalaa, Guntur Suryaning Hadi, menjelaskan berbagai upaya tersebut dikoordinasikan melalui Panitia Pembina HIV/AIDS (P2HIV) PT Vale IGP Pomalaa.

Program P2HIV meliputi edukasi dan kampanye pencegahan HIV/AIDS, pelaksanaan Voluntary Counseling and Testing (VCT), pemantauan kesehatan, serta pendampingan bagi pekerja yang membutuhkan.

“Melalui P2HIV, kami berupaya memastikan seluruh pekerja memperoleh informasi yang benar serta akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Seluruh program dilaksanakan dengan menjunjung tinggi kerahasiaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak serta martabat setiap individu,” ujar Guntur, Selasa (15/9/2026).

Komitmen tersebut telah mendapat pengakuan dari pemerintah. Sejak 2024, Site Pomalaa meraih Predikat Gold dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia atas implementasi program P2HIV di tempat kerja.

Pengakuan itu menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas edukasi, layanan kesehatan, dan perlindungan bagi pekerja.

Edukasi menjadi salah satu fondasi utama pencegahan. Sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi serta pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS diberikan kepada karyawan, pekerja mitra, dan kontraktor.

Setiap pekerja baru mendapatkan materi tersebut melalui Health & Hygiene Induction. Edukasi kemudian diperkuat melalui kampanye penyegaran yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali setiap tahun.

Materi yang diberikan mencakup pola penularan dan pencegahan HIV, pentingnya pemeriksaan dini, serta peran pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan bebas diskriminasi.

BACA JUGA :  OJK Ungkap Empat Kendala Utama UMKM Sultra Sulit Akses Kredit Bank

PT Vale juga menyediakan akses pemeriksaan HIV melalui mekanisme VCT yang dilakukan secara sukarela dan berdasarkan persetujuan individu. Layanan serupa turut tersedia dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan secara berkala setiap tiga bulan.

“Pemeriksaan dilakukan secara sukarela dan hasilnya dijaga secara ketat sebagai bagian dari rekam medis. Kami ingin memastikan setiap pekerja merasa aman dan nyaman ketika memperoleh informasi maupun mengakses layanan kesehatan,” jelas Guntur.

Selain menyediakan layanan pemeriksaan, PT Vale memberikan perhatian terhadap perlindungan informasi kesehatan pekerja. Seluruh data kesehatan dikelola sebagai rekam medis dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang kesehatan.

Akses informasi dibatasi kepada dokter perusahaan yang berwenang dan ditunjuk sebagai Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja (PKTK). Rekam medis juga dikelola melalui sistem elektronik berbasis cloud dengan mekanisme pengamanan dan pembatasan akses.

Dokter perusahaan yang memiliki kewenangan terhadap data tersebut terikat ketentuan kerahasiaan dan Non-Disclosure Agreement (NDA). Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan informasi medis tidak diakses, digunakan, maupun disebarluaskan oleh pihak yang tidak berwenang.

“Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan pengetahuan yang benar, akses terhadap layanan kesehatan yang aman, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. PT Vale IGP Pomalaa akan terus memperkuat kolaborasi agar manfaat program dapat dirasakan oleh pekerja, mitra kerja, dan masyarakat sekitar,” tutup Guntur.